detikcom
Sabtu, 07/07/2012 10:35 WIB

Updated

4 Kasus Pembunuhan Menghebohkan di Indonesia

Niken Widya Yunita - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 4 dari 5 Next »

4. Kasus Pembunuh Berantai Dukun AS

Namanya adalah Ahmad Suradji atau biasa dipanggil Dukun AS. Dia diketahui melakukan pembunuhan terhadap 42 wanita yang mayatnya dikuburkan di perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dari 1986-1997.

Kasus ini bermula saat ditemukan mayat seorang wanita pada (27/4/1997) lalu. Mayat wanita berusia 21 tahun itu diketahui bernama Sri Kemala Dewi. Seminggu kemudian, seorang saksi mengatakan bahwa pada hari Dewi menghilang, Dukun AS telah mengantarkan Dewi ke tempat tinggalnya.

Diketahui Dukun AS mengaku membunuh karena hendak menyempurnakan ilmu yang sedang dipelajarinya. Agar ilmunya sempurna, ia harus membunuh 70 orang wanita dan mengisap air liur korban. Ilmu ini sendiri ia dapati dari ayahnya saat ia masih berusia 12 tahun.

Atas perbuatannya itu, Dukun AS divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam pada (27/4/1998). Dia terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap wanita-wanita tersebut.

Dukun AS dieksekusi pada (10/7/2008) oleh tim eksekusi Brigadir Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara.

Next page :



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%