detikcom
Sabtu, 07/07/2012 07:56 WIB

Gedung Sjahrir Dipindah Kedubes AS, Bagaimana Bila Terjadi di Washington?

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Gedung bersejarah tempat mantan PM Sjahrir berkantor di awal kemerdekaan akan dipindah Kedubes AS. Langkah itu pun menuai protes. Ada baiknya, Kedubes AS tetap menjaga gedung itu di tempat yang ada sekarang, agar nilai historis tidak hilang.

"Bagaimana jika ini terjadi di Washington DC menyangkut peninggalan sejarah AS?" kata anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan, Sabtu (7/7/2012).

Politisi Partai Demokrat (PD) ini menilai, hendaknya Kedubes AS memikirkan kembali rencana itu. Walau akan dipindah dan dijanjikan dirawat dengan lebih baik, tetap saja itu tidak pantas.

"Apa AS juga mau, gedung bersejarahnya dipindahkan kedubes asing? AS perlu maklum, common sense saja," tuturnya.

Ramadhan menilai, aspek historis mesti diutamakan dalam urusan gedung Sjahrir itu.

"Kita harus berpihak pada perlindungan sejarah. Baiknya AS pahami situasi batin bangsa Indonesia," jelasanya.

Sebelumnya Dubes AS Scot Marciel menjelaskan, gedung Sjahrir tidak dihancurkan tetapi dipindahkan. Kedubes AS menjamin akan merawat dan melestarikan bangunan itu. Dan dipindahkan agar bisa lebih dekat ke masyarakat.


Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv

(van/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    60%
    Kontra
    40%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000