Sabtu, 07/07/2012 07:14 WIB

Ini Dia Sepatu 'Bermata' Bagi Tunanetra Ciptaan Anak SMA

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Dua siswa asal SMA 2 Yogyakarta, Muhammad Luqman dan Faishal Fuad Rahman, membuat alat bantu berjalan bagi penyandang tunanetra berupa sepatu 'bermata'. Alat ini cukup sederhana dan biaya pembuatannya pun tak terlalu mahal.

Kepada detikcom, Faishal menceritakan bahwa sepatu ini menggunakan sensor inframerah sehingga para tunanetra tak perlu lagi menggunakan tongkat saat berada di dalam rumah atau jalur braille. Biaya produksi satu alat ini untuk sementara Rp 300 ribu.

"Tapi Rp 300 ribu itu masih handmade. Kalau diproduksi massal mungkin lebih murah," kata Faishal, Jumat (6/7/2012).

Meski begitu, Faisha mengakui masih ada kekurangan di alat ini. Salah satunya adalah para penyandang tunanetra harus menggesek-gesekan kakinya lebih keras saat berjalan.

"Selain itu, mereka juga harus konsentrasi penuh saat berjalan," terangnya.

Sepatu bernama Edges Shoes sebelumnya dilombakan dan mendapat medali perunggu di ajang lomba inovasi internasional di Thailand.

Selain Faishal dan Lukman, ada sejumlah pelajar lain yang mendapat penghargaan di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) Ke-12 di Thailand ini. Mereka antara lain Linus Nara Pradhana dengan karya Water-coated Helmet, serta siswa kelas 1 SMP Petra Surabaya dan Hermawan Maulana dan Zihramna Afdi siswa kelas 2 SMA Negeri 3 Semarang dengan karya Carbofil Application for Carbon-Oxygen Separation in Smoking Room.

Untuk inovasi terakhir, kedua siswa menciptakan alat yang mengubah asap rokok menjadi oksigen. Tujuannya agar perokok kerasan di smooking room.

(mad/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close