detikcom
Jumat, 06/07/2012 16:21 WIB

Agung Laksono & Setya Novanto Mengaku Tak Terlibat Kasus PON Riau

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono dan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto mengaku tak tersangkut kasus PON Riau. Pengakuan disampaikan di jajaran elite Golkar.

"Yang bersangkutan sudah kita panggil menyatakan tidak ada apa-apa. Pak Agung, Novanto, sudah kita dengar sendiri, mereka memberikan keterangan tidak ada kaitan," kata Wakil Ketua Umum Golkar Sharif Cicip Sutarjo, kepada detikcom, Jumat (6/7/2012).

Golkar bergerak cepat menyisir kadernya yang bermasalah hukum, termasuk dugaan keterlibatan Gubernur Riau, Ketua DPD Golkar Rusli Zaenal.

"Kalau Rusli itu memang hubungannya langsung dengan PON. Karena memang proyek Beliau, kalau memang dia jalan kiri-kanan agar PON berhasil itu wajar saja. Bahwa di tengah jalan ada masalah itu kan masalah lain," paparnya.

Kasus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad juga tak lepas dari pantauan. Meski belum ada kemajuan kasus yang sempat di SP3 tersebut.

"Kalau Fadel itu yang saya tahu hanya memberikan soal administrasi dan sudah dilakukan SP3, kecuali nanti ada masalah yang lain," tandasnya.

(van/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel