Jumat, 06/07/2012 16:14 WIB
Setelah KTT Rio+20, Taraf Hidup Masyarakat Diharap Meningkat
"Dari hasil KTT Rio+20 harus ditindaklanjuti aksi konkret yang bermanfaat bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, yang salah satu keuntungannya dapat diperoleh dalam waktu dekat yaitu pengembangan barang dan jasa yang ramah lingkungan," ujar Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DI Panjaitan Kav 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur, Jumat (6/7/2012).
Barang dan jasa yang ramah lingkungan, sambung dia, memungkinkan masyarakat untuk melaksanakan pola hidup hijau. Sedangkan bagi pengusaha pengadaan barang dan jasa yang ramah lingkungan dapat memperkuat ekonomi domestik dan mendorong pelaku usaha lainnya untuk melakukan produksi hijau.
"Pasca Rio+20 Indonesia akan melakukan konfensi sejenis ini di tingkat nasional yang akan diterapkan di 10 lembaga setingkat menteri beserta sektor perekonomian," sambung Balthasar.
Menurut dia, kebijakan pemerintah Indonesia yang pro-growth, pro-poor, pro-job, pro-environment, pada dasarnya sudah selaras dengan dokumen Future We Want yang disepakati dalam KTT Rio+20. Presiden SBY yang turut menghadiri konferensi pada 13-22 Juni lalu di Rio de Janeiro, Brazil, menekankan tujuan utama pembangunan berkelanjutan. Tujuan itu yaitu pengentasan kemiskinan, tidak hanya sekadar pertemuan ekonomi, namun pertemuan berkelanjutan dengan pemerataan.
KTT Rio+20 (The Future We Want +Rio20) diikuti oleh 151 negara dan dihadiri 105 kepala negara, kepala pemerintahan, serta 487 menteri. Dari delegasi Indonesia dipimpin Presiden RI dan didampingi sejumlah menteri. Kehadirannya menunjukkan keseriusan Indonesia untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan, termasuk kesiapan peran kepemimpinan Indonesia dalam agenda global.
Dari KTT Rio disepakati dokumen The Future We Want yang menjadi arahan bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di tingkat global, regional, dan nasional. Dokumen memuat kesepahaman terhadap masa depan yang diharapkan oleh dunia, penguatan komitmen untuk menuju pembangunan berkelanjutan, dokumen juga untuk memperkuat penerapan Rio Declaration pada 1992 dan Johannesburg Plan of Implementation 2002.
Dalam dokumen The Future We Want ada 3 isu utama bagi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Isu pertama, green economy in the context of sustainable development and poverty eradication. Kedua, pengembangan kerangka kelembagaan pembangunan berkelanjutan tingkat global. Ketiga, kerangka aksi dan instrumen pelaksanan pembangunan berkelanjutan.
Di kerangka aksi disebutkan penyusunan sustainable developmant goals (SDG's) post 2015 yang mencakup 3 pilar pembangunan secara inklusif yang terinspirasi dari penyerapan MDG's.
"Bagi Indonesia, dokumen ini akan menjadi runjukan dalam pembangunan nasional secara konkret, termasuk dalam rencana jangka menengah dan rencana pembangunan jangka panjang. Oleh karena itu kita dan instansi pemerintah terkait dan seluruh pemangku kepentingan akan menyusun langkah tindak lanjut konkret untuk pelaksanaan kebijakan di lingkungan masing-masing," papar Balthasar.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 04:18 WIB
Guru Les Culik Mantan Muridnya, Minta Tebusan Rp 50 Juta
-
Rabu, 22/05/2013 00:53 WIB
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
-
Selasa, 21/05/2013 23:48 WIB
Polres Dumai Riau Bekuk 2 Pengedar Narkoba
-
Selasa, 21/05/2013 23:12 WIB
Insiden Tenggelamnya KM Karya Indah di Sungai Mahakam Dipolisikan
-
Selasa, 21/05/2013 22:18 WIB
Ibunda Darin Bantah Anaknya Menikah Siri dengan LHI
-
Rabu, 22/05/2013 03:07 WIB
Gunakan Cermin Dua Sisi di Toilet Wanita, Klub Malam Ini Digugat
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Rabu, 22/05/2013 00:12 WIB
Ratusan Pemanas Air dari Sendok Disita dari Ruangan Napi di Rutan Medaeng
-
Rabu, 22/05/2013 00:53 WIB
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
359 Komentar
-
238 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
210 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
