BBC Indonesia
Jumat, 06/07/2012 15:58 WIB

Kesehatan: Alkohol bukan solusi stres

BBCIndonesia.com - detikNews
wine drinking, alcohol

Banyak orang minum untuk melupakan stres di kantor

Hampir dua pertiga orang mengandalkan alkohol untuk bersantai di malam hari, kata lembaga amal Drinkaware.

Jajak pendapat terhadap lebih dari 2.000 orang berusia antara 30-45 yang dilaksanakan oleh ICM menemukan bahwa 44% minum, dan sepertiga berpikir untuk minum bahkan sebelum mereka sampai ke rumah.

Stres dan masalah di kantor menjadi alasan paling umum untuk minum.

Pakar dari Drinkaware memperingatkan bahwa alkohol bisa tampak seperti pereda stres, namun seringkali justru membuat situasi semakin buruk.

Sepertiga lelaki yang minum di rumah, dan hampir separuh perempuan, mengatakan mereka minum di atas batas harian, tiga atau empat unit alkohol untuk lelaki dan dua hingga tiga untuk perempuan.

Sebagian besar, 68%, memastikan mereka punya persediaan alkohol di rumah, dan 71% mengatakan membeli alkohol sebagai bagian belanja grosir mingguan.

Sepertiga duduk di depan televisi sesudah makan malam dan minum gelas pertama mereka, sedangkan seperempat minum saat makan malam.

Masalah menyelinap

Siobhan McCCann, kepala kampanye dan komunikasi di Drinkaware, mengatakan, "Alkohol dapat menjadi teman palsu ketika anda berusaha mengatasi stres.

"Meski pun beberapa gelas minuman tampak seolah dapat meredakan tekanan hari ini, dalam jangka menengah hingga panjang hal itu justru dapat menambah masalah, apakah itu pekerjaan, keuangan atau masalah keluarga.

"Stres juga dapat menjadi alasan orang minum lebih banyak dari yang seharusnya, terutama jika mereka tidak menyadari dampak negatif terhadap kesehatan."

Emily Robinson, direktur kampanye untuk lembaga amal Alcohol Concern mengatakan, "Banyak orang menggunakan alkohol untuk bersantai tetapi hal ini dapat mendatangkan lebih banyak masalah.

"Walau pun alkohol dapat membuat anda mengantuk dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk jatuh terlelap, kualitas tidur terkadang sangat buruk.

"Alkohol juga faktor pencetus depresi sehingga perasaan gelisah semakin buruk akibat minum dan mengakibatkan orang merasa lebih stres.

Ia menambahkan, "Yang lebih mengkhawatirkan adalah minum di rumah secara teratur dapat menjadi kebiasaan dan membawa pada berbagai masalah kesehatan yang bisa menyelinap pada seseorang serta menjadikan kecanduan.

"Salah satu temuan riset adalah orang minum sesudah pulang kantor, sehingga atasan harus melakukan lebih banyak hal untuk mengurangi stres di kantor.

"Atasan harus melakukan tugas mereka dan tidak secara aktif mempromosikan budaya minum-minum usai pulang kantor yang dapat memicu kebiasaan minum lebih banyak alkohol di rumah."

(bbc/bbc)



ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close