detikcom
Jumat, 06/07/2012 15:50 WIB

Pasang Spanduk Nomor 7, Dali Ingin Kontestan Pilkada DKI Tak Obral Janji

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Dali Mardali nekat memasang spanduk pasangan cagub nomor 7 di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Apa yang dia lakukan, tak lain, ingin menyindir 6 pasang cagub-cawagub resmi yang akan bertarung 11 Juli mendatang. Jangan obral janji.

"Sebatas mengingatkan, mereka 6 kandidat ini tidak semudah itu janji sama masyarakat. Jadi apa yang diucapkan harus disadari suatu saat akan dituntut oleh masyarakat," kata Dali yang ditemui di Jalan Kapuas Raya, blok X RT 06/01 Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (6/7/2012)

Pria yang bekerja sebagai kontraktor ini menjelaskan, sebagai cara untuk mengingatkan para calon itu, dia bersama rekannya Kunto Saktiaji pun memasang spanduk berukuran 4x4 meter.

Sejumlah tulisan dia pasang di spanduk itu, antara lain 'Jangan Pilih Gua, Gua Pasti Korupsi', 'Masalah Banjir dan Macet, Loe Pikir Gua Pawang Ujan dan Tukang Parkir'.

"Saya lagi menganalisa, jika tidak ada dampak untuk pilkada, saya akan sebar di 7 kecamatan. Tapi kalau diminta jangan diekspos terlalu jauh, ya hanya di sini saja. Spanduk ini baru dipasang semalam jam 24.00 WIB," ujar pria yang sudah tinggal di Jakarta selama 24 tahun ini.

Spanduk besar yang terpasang di perempatan jalan penghubung Cilincing-Kelapa Gading ini memang menarik para pengguna jalan. Bahkan dari tadi pagi, Dali mengaku telah terjadi serempetan kendaraan sebanyak dua kali dan sebuah becak yang hampir masuk saluran air.

"Dari pagi, sudah ada dua orang serempetan, tapi nggak parah. Barusan satu becak hampir masuk got," terang pria berusia 43 tahun tersebut.

(vid/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel