Jumat, 06/07/2012 15:45 WIB
Wuih...! Kokain Senilai Rp 919 Miliar Disita di Hong Kong
Reuters
Total 649 kg kokain ini ditemukan dalam sejumlah peti kemas yang dikirim dengan kapal dari wilayah Ekuador. Ketika hendak dibawa dengan truk ke sebuah wilayah industri terpencil di kawasan New Territories, Hong Kong, aparat setempat berhasil menghadangnya. Tiga pria lokal yang ada di dalam truk, beserta sang sopir berhasil dibekuk.
"Ini adalah penyitaan kokain terbesar yang pernah terjadi di Hong Kong," ujar Kepala Biro Investigasi Narkoba dan Bea Cukai, John Lee, seperti dilansir oleh Asia One, Jumat (6/7/2012).
Petugas menemukan ratusan kilogram kokain ini terbagi ke dalam 22 tas, yang di dalamnya terdapat total 541 bungkusan yang masing-masing berisi sekitar 1,2 kg kokain. Diyakini, sebagian besar paket kokain ini akan dikirimkan ke kawasan Asia Tenggara.
Penyitaan narkoba ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh aparat Bea Cukai Hong Kong dalam seminggu ini. Pada Selasa (3/7) lalu, kokain seberat 2 kg berhasil disita dari seorang pria berusia 63 tahun yang baru saja tiba dari Brasil. Kokain ini disembunyikan di dalam celana dalam dan sepatu yang dikenakan pelaku.
Pada September 2011 lalu, kokain sebanyak 567 kg berhasil disita oleh aparat Hong Kong. Delapan orang, beberapa dari Amerika Serikat, Kolombia, dan Meksiko berhasil dibekuk oleh petugas terkait kokain tersebut.
Ekuador sendiri dikenal sebagai tempat transit para bandar narkoba yang akan menyalurkan barangnya ke wilayah lain. Ekuador kebetulan terletak di antara dua negara produsen kokain terbesar di dunia, yakni Peru dan Kolombia.
Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV
(nvc/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,987 share this. -
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
1,045 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
690 share this. -
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
683 share this. -
Tabrak Polisi Saat Konvoi UN, 3 Siswi Diburu Hingga ke Kolong Ranjang
620 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 18:50 WIB
Kerusuhan Berlanjut di Swedia, Sekolah dan Kantor Polisi Dibakar
-
Jumat, 24/05/2013 18:27 WIB
Bakar Diri, Biksu Sri Lanka Kritis
-
Jumat, 24/05/2013 18:21 WIB
Utusan Korut Temui Presiden China, Sampaikan Surat dari Kim Jong-Un
-
Jumat, 24/05/2013 17:38 WIB
PM Jepang Tidak Tempati Rumah Dinasnya karena Berhantu?
-
Jumat, 24/05/2013 16:45 WIB
Bandara Heathrow Ditutup Pasca Pesawat British Airways Mendarat Darurat
-
Jumat, 24/05/2013 20:30 WIB
Canda Ahok Soal Status Tersangka Farhat Abbas: Masak Lama Amat?
-
Jumat, 24/05/2013 20:49 WIB
Keluarga NN datangi Abdul, Ajukan Pernikahan Sebagai Jalan Damai
-
Jumat, 24/05/2013 21:08 WIB
Kenangan Terakhir Istri Bersama Bripka Jeremmy
-
Jumat, 24/05/2013 21:05 WIB
KPK Launching Baju Baru untuk Koruptor
-
Jumat, 24/05/2013 19:16 WIB
Kronologi Bunuh Diri Anggota Jatanras Polda Metro Jaya di Pulogadung
-
Jumat, 24/05/2013 21:01 WIB
Ketua Majelis Hakim Kasus Bioremediasi Chevron Minta Maaf!
-
Jumat, 24/05/2013 20:08 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI: Interpelasi Bukan Berarti Pencopotan Jokowi
-
Jumat, 24/05/2013 21:21 WIB
Sebelum Tender, Dirut BNI Syariah Temui Irjen Djoko Bahas Kredit PT CMMA
-
547 Komentar
-
365 Komentar
-
226 Komentar
-
222 Komentar
-
215 Komentar
-
205 Komentar
-
202 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 17:44 WIB
Mau Malam Minggu, Staf Korlantas Minta 'Tambah Darah' ke Sukotjo
-
Jumat, 24/05/2013 17:26 WIB
Anis Matta Orasi Berapi-api Tentang Optimisme Hadapi 'Badai' PKS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
