Jumat, 06/07/2012 15:35 WIB
Ini Temuan ICW: Ada 27 Dugaan Pelanggaran dari 3 Pasangan Cagub DKI
Ketiga pasangan cagub itu ialah Pasangan Alex-Nono, Pasangan Hendarji-Riza dan Pasangan Foke-Nara. Dari ketiganya Foke diduga paling banyak melakukan pelanggaran.
Kordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Abdullah Dahlan, meminta Panwaslu harus tegas dalam setiap pelanggaran kampanye.
"Pasangan cagub-cawagub yang melakukan pelanggaran harus ditindak tegas," ujar Abdullah dalam jumpa pers di Gedung LBH, Jl Diponegoro, Jakpus, Jumat (6/7/2012).
Berikut pemaparan money politic dari ICW:
Pasangan Alex Nono:
1. Pada tanggal 30 Juni 2012, di posko pemenangan Alex-Nono melakukan bagi-bagi uang sebesar Rp 250 ribu kepada tiap relawannya. Pembagian dilakukan secara rutin, jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 400 ribu.
2. 28 Juni 2012 bertempat di posko Alex-Nono puluhan warga dibagikan formulir dan disertai fotocopy KTP untuk pengambilan uang sebesar Rp 350 ribu
3. 26 Juni 2012 bertempat di muara baru, ada perekrutan korlap dimana setiap korlap bisa mendapatkan massal dijanjikan Rp 100 ribu.
4. 2 Juni 2012 di Penjaringan Jakut, santunan asuransi sebesar Rp 300 ribu untuk warga yang meninggal dan membagi-bagikan formulir untuk asuransi
5. 28 Juni 2012 di Duren Sawit, Alex memberikan Rp 60 juta kepada yayasan Alwatoniah Duren Sawit disertai kampanye supaya memilih dia.
6. 30 Juni di Majelis Taklim Assafiqinah ustad majelis itu mengimbau agar memilih Alex
Pasangan Foke- Nara
1. 2 Juni 2012 di Centeng Ciracas ada pembagian uang senilai Rp 35 ribu disertai pembagian mie dan pasangan kaos Foke
2. 1 Juni 2012 terjadi pembagian uang di komunitas radio senilai Rp 50 ribu
3. 30 Juni 2012 di Penjaringan Jakarta Utara, pembagian mobil ambulan untuk setiap RW dengan syarat Foke-Nara harus dapat meraih suara 90% di kelurajan itu.
4. 29 Juni 2012 pembagian mobil kepada tiap RT di Penjaringan Jakarta Utara.
5. 28 Juni 2012 Timses Foke-Nara memberikan sumbangan subuh kepada pengurus masjid sebesar Rp 1 juta kepada pengurus masjid.
6. 26 Juni 2012 warga kampung Jawa diajak tamasya gratis ke Tasikmalaya semua ditanggung.
7. Saat pengajian ibu-ibu di kelurahan Papanggo, Jakut, ada pembaguan uang sebesar Rp 30 ribu
8. 2 Juni 2012, pengobatan gratis di rumah timses Foke di daerah Penjaringan Jakut.
9. 29 Juni 2012 di Klender di sebuah majelis taklim, timses Foke Nara memmberikan doorprose berupa pembagian paket umrah untuk 7 orang
10. Setiap RT mendapatkan uang upah dari timses dan dikasih pesan supaya memilih Foke Nara.
11. Melalui koperasi jasa keuangan PPMK dan LMK, PEMK dilakukan pembagian kaso bergambar Foke.
12. 7 Juli 2012 lomba memancing di Jakbar, doorprise motor.
13. Pembagian baksos dan pengobatan gratis di kelurahan Kalibata.
14. 2012 di Puncak, Bogor, terjadi acara pengumpulan lurah se DKI Jakarta. Dalam acara itu tiap lurah disuruh aktif memenangkan incumbent
15. 3 Juli 2012 di Balai Kartini, Foke mengajak guru-guru mencoblos dirinya.
16. Iklan di Videotron Jl Cikini Jakpus, Iklan tentang pasangan Foke Nara
17. Iklan incumbent di televisi, dalam keberhasilannya membangun Jakarta
18. 6 kebijakan gratis yang diteken oleh Foke dalam kampanye nya seperti tiket bus way dan masuk ancol gratis.
19. Dalam masa kampanye, Foke meluncurkan angkot ber-Wifi, hal ini berkaitan dengan masa kampanye.
20. Baliho-baliho di Jl Sudirman, berisi kampanye terselubung dalam keberhasilannya memimpin Jakarta.
Pasangan Hendarji-Fariza
1. Pembagian uang Rp 20 ribu dan nasi kotak di Jakarta Utara.
Detikcom, hingga berita ini diturunkan belum bisa mendapatkan konfirmasi dari ketiga pasang calon cagub dan cawagub ini.
Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV
(rvk/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Gempa 5,2 SR Terjadi di Pacitan
1,551 share this. -
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
754 share this. -
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
593 share this. -
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
532 share this. -
KPAI: Jangan Terjebak Gedung 'Wah', Pentingkan Kurikulum
529 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 26/05/2013 13:50 WIB
Rapat Pleno KPUD Bali Sempat Tegang, Saksi PDIP Diusir dari Ruangan
-
Minggu, 26/05/2013 13:49 WIB
Gerindra: Interpelasi Jokowi, Politisi Kebon Sirih Genit!
-
Minggu, 26/05/2013 13:48 WIB
Pilgub Jateng
Quick Count Pilgub Jateng, Ganjar Pranowo Unggul Sementara
-
Minggu, 26/05/2013 13:40 WIB
Hasil Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Bali, Jago PDIP Kalah
-
Minggu, 26/05/2013 13:28 WIB
Survei LSI Denny JA: Mayoritas Publik Tak Puas dengan Reformasi
-
Minggu, 26/05/2013 12:33 WIB
Ibu Muda Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Nonton Konser The Virgin
-
Minggu, 26/05/2013 13:17 WIB
Pelaku Pelecehan di Konser The Virgin: Resleting Celana Saya Rusak
-
Minggu, 26/05/2013 12:00 WIB
Fathanah, Royal ke Perempuan Tapi Bermasalah dengan Utang
-
Minggu, 26/05/2013 12:21 WIB
Meski Dikritik, Partai Demokrat DKI akan Tetap Interpelasi Jokowi
-
Minggu, 26/05/2013 12:54 WIB
Mabuk, Pengemudi Mercy Sempat Menolak Dibawa ke Kantor Polisi
-
Minggu, 26/05/2013 11:21 WIB
Pengemudi Mercy yang Rusak Mobil Sendiri Minta Diperbolehkan Pulang
-
Minggu, 26/05/2013 12:41 WIB
Iberamsjah: PKS Tak Akan Berani Keluar Koalisi
-
Minggu, 26/05/2013 11:32 WIB
FPG DPRD DKI: Soal KJS Diputuskan Senin, untuk Apa Interpelasi Jokowi?
-
546 Komentar
-
265 Komentar
-
209 Komentar
-
207 Komentar
-
188 Komentar
-
156 Komentar
-
138 Komentar
-
131 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Minggu, 26/05/2013 06:41 WIB
Tak Bisa Nyoblos, Ganjar Pranowo Antar Ayah ke TPS
-
Minggu, 26/05/2013 06:16 WIB
27 Juta Warga Jateng Hari Ini Tentukan Gubernur Baru
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
