detikcom
Jumat, 06/07/2012 15:29 WIB

Polri Tunggu Surat BK Usut Video Porno Mirip Anggota DPR

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Mabes Polri belum bisa menindaklanjuti kasus dugaan video porno mirip anggota Komisi IX DPR Karolin Margret Nastaha. Polri masih menunggu surat dari Badan Kehormatan (BK) DPR.

"Kita lihat, kalau memang ada surat dari hasil pemeriksaan Badan Kehormatan, kita akan pelajari," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafly Amar, di Jakarta, Jumat (6/7/2012).

Bila ada permintaan resmi, kata Boy, pihaknya akan melakukan analisis fakta-fakta yang ada serta menindaklanjuti penanganan permasalahan itu.

Boy mencontohkan, permintaan resmi tersebut seperti pelimpahan berkas yang dilakukan KPK ke Bareskrim Polri dalam kasus dugaan suap yang melibatkan petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta dan pihak swasta.

"Kalau dari KPK kan jelas, ada pelimpahan resmi," ujarnya.

BK DPR sudah memanggil Karolin Margret Natasa terkait video porno itu. Karolin disebut-sebut mirip dengan perempuan yang di dalam video. Kepada BK DPR, Karolin sudah membantah soal tudingan itu. Dia menduga ada pihak tertentu yang berniat politik di balik kasus itu.

Ketua BK DPR M Prakosa juga mendorong Karolin melapor ke kepolisian karena merasa tercemar nama baiknya.

BK berharap apabila kasus ini masuk ke ranah kepolisian, akan bisa terang benderang siapa yang berada di dalam video itu. Namun, Karolin masih mempertimbangkan melaporkan kasus ini.


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(ahy/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close