detikcom
Jumat, 06/07/2012 14:22 WIB

Berkas Dugaan Suap Pegawai Bea Cukai Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Setelah menelaah, penyidik Bareskrim Mabes Polri melimpahkan berkas kasus dugaan suap pegawai Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta ke Polda Metro Jaya. Kasus ini terus ditelisik.

"Kemarin sore setelah dipelajari berkas dari empat orang yang ditetapkan tersangka tersebut, penyidik Bareskrim Polri telah memberi kepercayaan kepada penyidik Polda Metro Jaya untuk dilakukan langkah hukum lebih lanjut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Pol Boy Rafly Amar, di Jakarta, Jumat (6/5/2012).

Selanjutnya, kata Boy, proses penanganan kasus dugaan suap yang juga melibatkan seorang warga negara Amerika Serikat itu di tangan Direktorat Tipikor Polda Metro Jaya.

"Kita tunggu proses penanganan selanjutnya, terutama pengumpulan alat bukti sebagaimana tekah dilimpahkan KPK," kata Boy.

Para tersangka tidak ditahan oleh pihak kepolisian.

KPK resmi menyerahkan berkas dugaan suap yang melilit petugas Bea dan Cukai serta pihak swasta. Mereka adalah W salah satu petugas dari Bea dan Cukai, MR dari pihak swasta, DS, dan EF

Sebelumnya diberitakan, KPK menangkap tangan tangan seorang petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta juga menyeret seorang WN Amerika Serikat. Komisioner KPK, Bambang Widjojanto, mengatakan tidak terdapat unsur penyelenggara negara dalam kasus yang melibatkan Kasubsi Kargo Bandara berinisial W.

(ahy/aan)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel