detikcom
Jumat, 06/07/2012 13:58 WIB

Duit Korupsi Anggaran Proyek Alquran Mengalir ke Parpol?

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mensinyalir para tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembahasan anggaran Alquran di DPR tak bermain sendiri. Ada kemungkinan dana yang dikorupsi juga masuk dalam kas partai.

Dalam acara diskusi bertajuk 'Korupsi Alquran Penanda Moral yang Rusak Parah' di DPD RI, peneliti ICW Ade Irawan menerangkan, kasus dugaan korupsi pembahasan anggaran pengadaan Alquran yang melibatkan anggota DPR cukup mengagetkan. Sebab menandakan adanya kebobrokan moral di kalangan orang-orang yang paham agama.

"Dana Alquran dari APBNP 2011, APBNP 2012 dan dalam kasus korupsi anggaran yang dikorupsi dana APBNP, karena nggak ada yang mengawasi. Waktunya cepat dan terburu-buru," terang Ade dalam diskusi tersebut, Jumat (6/7/2012).

Menurut Ade, ada dua tahapan yang bisa jadi lahan korupsi. Pertama, saat pembahasan di Dewan dan pengadaan di Kementerian. Lobi-lobi antara pengusaha dan politisi bisa saja terjadi.

"Kemudian anggaran ada jadi politisi bisa dan pengusaha lobi politisi dan politisi bisa merayu elite kementerian," curiga Ade.

Dengan korupsi ini, tentunya ada dampak yang bisa ditimbulkan, yakni harga Alquran itu dimark-up dan kemungkinan penurunan kualitas kitab suci itu sendiri.

"Dalam kasus politik ini ujungnya nggak ke kantong pribadi. Tapi lari ke partai politik," katanya sambil menegaskan bahwa penegak hukum perlu terus melakukan pengusutan.

(mad/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel