detikcom
Jumat, 06/07/2012 13:53 WIB

Anak Pedagang Siomay yang Diduga Membunuh Doyan Judi

Dhuran Dhara - detikNews
Tangerang - Budi Liya Putra (32) diamankan polisi karena diduga membunuh kedua orangtuanya sendiri, juragan Siomay Andy yang ngetop dengan nama Siomay Sewan. Pamannya berujar, informasi pembunuhan itu pertama juga datang dari Budi yang disebutnya doyan judi itu.

"Saya yakin banget itu pelakunya Budi, anaknya yang nomer 3. Dia juga yang pertama ada di tempat yang ngasih tau ada pembunuhan," ujar Iwah di Siomay Andy, Jl Raya Rawa Kucing, Sewan, Tangerang, Jumat (6/7/2012).

Keyakinan Iwah itu dipicu karena hobi Budi yang tidak menguntungkan: berjudi.

"Dia doyan main judi kartu. Gila judi. Motor sampai digadaiin," jelas Iwah.

Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun), diduga dihabisi pelaku pukul 04.30 WIB. Mereka memiliki 5 anak yang menetap di sekitar rumahnya, salah satunya Budi. Anak-anak korban juga turut membantu usaha dagang warung Siomay Andy yang beroperasi pukul 08.00 - 19.00 WIB.

"Budi juga bantu ngadonin," tambah Iwah. Budi diduga membunuh orangtuanya karena warisan.


(nrl/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel