Jumat, 06/07/2012 13:27 WIB
Laporan dari Moskow
Mahasiswa RI di Rusia 132 Orang, Malaysia 3.000 Orang
"Mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia hanya 132 orang. Padahal, pelajar Malaysia yang belajar di sini sekitar 3.000 orang," kata Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia, Djauhari Oratmangun, saat berbincang-bincang di Moskow, Kamis (6/7/2012).
Seharusnya, pelajar Indonesia yang belajar di Rusia lebih banyak dibanding Malaysia. Sebab, populasi Indonesia jauh lebih banyak. Hal ini menjadi salah satu hal yang menjadi concern KBRI Moscow. Karena itu, KBRI akan melakukan beberapa hal untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Rusia dalam bidang pendidikan.
Menurut Djauhari, sedikitnya pelajar mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia karena masih ada persepsi negatif terhadap bekas negara komunis ini. Padahal saat ini, negara Rusia, khususnya Moskow, sudah sangat berbeda dengan zaman pemerintahan Stalin dan Lenin. "Jadi persepsi negatif ini yang perlu kita ubah dulu," ujar dia.
Padahal, kata Djauhari, selama ini banyak program beasiswa belajar ke Rusia yang ditawarkan pemerintah Rusia maupun pihak lain. Tapi, kesempatan ini masih belum banyak dimanfaatkan oleh warga Indonesia. "Jumlah 132 mahasiswa yang belajar di Rusia saat ini, 99 persen-nya juga karena mendapat beasiswa," kata dia.
Memang, untuk mengubah persepsi negatif tentang Rusia bukan perkara mudah. Perlu ada upaya meyakinkan kepada publik yang terus menerus tentang kondisi Rusia saat ini. Apalagi banyak sekali hal yang bisa dipelajari di Rusia, termasuk soal kebudayaan maupun teknik-teknik terkait industri strategis.
Djauhari mengatakan, saat ini KBRI telah melakukan komunikasi dengan banyak pihak untuk meningkatkan kerja sama pendidikan. Salah satunya dengan program tukar menukar pelajar. Selain itu, KBRI juga melakukan penjajakan kerja sama dengan universitas-universitas Islam di Rusia, agar mahasiswa Indonesia bisa belajar di Rusia dan sebaliknya.
"Kerja sama dengan universitas Islam ini cukup penting. Sebab, Rusia ini memiliki warga muslim sekitar 24 juta orang dari total populasi 140 juta orang," kata Djauhari. Selain itu, Rusia juga memiliki sejarah panjang terkait masuknya Islam di negeri ini. "Selain bertemu dengan pimpinan universitas-universitas Islam, saya juga sudah bertemu para mufti di sini," sambung Djauhari.
Saat ini Rusia merupakan salah satu negara moderen dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik. Kota Moskow sangat indah, dengan berbagai bangunan berarsitektur yang aduhai. Aktivitas bisnis juga luar biasa. Sudah banyak negara dari berbagai belahan dunia ini yang berinvestasi di Rusia, termasuk Korea Selatan, China, dan Jepang.
(asy/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 12:54 WIB
Bendum PKS Diperiksa KPK, Hidayat: Kami Mendukung untuk Kooperatif
-
Senin, 20/05/2013 12:52 WIB
Haryono Umar Temui Mahasiswa Nginap Bertenda di Kemendikbud
-
Senin, 20/05/2013 12:49 WIB
Refrizal: PKS Tak Targetkan Dana Kampanye, Hanya Iuran Infaq
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Direktur PT SAW Jadi Tersangka dalam Kasus Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 12:46 WIB
16 RS Swasta DKI Mundur dari KJS, Kadinkes: Mereka Tak Disubsidi APBD/N
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 12:13 WIB
Korban Longsor Gugat PT Freeport Rp 1,1 Triliun
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
-
Senin, 20/05/2013 11:09 WIB
Menghilang Berbulan-bulan, Milyuner AS Diduga Disekap Pengacaranya
-
Senin, 20/05/2013 11:45 WIB
Tri Kurnia Puspita Sambangi KPK
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:18 WIB
2 Agen Khusus FBI Tewas di Virginia
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

