detikcom
Jumat, 06/07/2012 13:26 WIB

Adik Korban Perkuat Dugaan Pasutri Siomay Ngetop Dibunuh Anak Sendiri

Dhuran Dhara - detikNews
Warung dan rumah bersebelahan
Tangerang - Polisi mengamankan anak ketiga pasutri Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun). Pria bernama Budi Liya Putra itu diduga sebagai pembunuh juragan Siomay Andy yang ngetop disebut Siomay Sewan.

Adik korban, Iwah (38), juga meyakini Budi merupakan pelaku pembunuhan. "Saya yakin banget itu pelakunya Budi, anaknya yang nomer 3," ujar Iwah di Siomay Andi, Jl Raya Rawa Kucing, Sewan, Kota Tangerang, Jumat (6/7/2012).

Iwah tampak terpukul dan sesekali terisak jika mengingat kakak kandung dan kakak iparnya. "Mereka berdua orangnya baik, juga enggak pernah marahin anak-anaknya," tuturnya.

Budi diamankan polisi karena dia selalu diendus anjing pelacak polisi. Budi yang lahir tahun 1980 tersebut, bertindak seolah-olah memberi informasi ketika polisi melakukan olah TKP. Namun anjing pelacak selalu mengendus ke arahnya. Petugas pun menaruh kecurigaan bahwa pelakunya adalah pria tersebut sehingga mengamankannya.

Peristiwa pembunuhan diperkirakan terjadi pukul 04.30 WIB. Ada luka seperti pukulan sekop di kepala korban. Keduanya dihabisi di rumahnya sendiri yang bersebelahan dengan warung Siomay Andy.

(nrl/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel