detikcom
Jumat, 06/07/2012 11:23 WIB

KPK Kepung Kediaman Bupati Buol Sebelum Lakukan Penangkapan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - KPK menangkap Bupati Buol, Amran Batalipu, di kediamannya. Proses penangkapan yang dilakukan delapan penyidik KPK ini berkat dukungan dari Polda Sulawesi Tengah.

Informasi yang dikumpulkan, Jumat (6/7/2012), tim dari KPK sudah tiba di Buol sejak Kamis 5 Juli kemarin. KPK kemudian melakukan koordinasi dengan Polda untuk pengamanan.

Hal ini penting dilakukan mengingat Amran memiliki massa pendukung yang tidak sedikit. Massa ini jugalah yang membuat KPK tidak berhasil menangkap Amran pekan lalu.

Subuh tadi, tim dari KPK kemudian bergerak mendekati kediaman. Di tempat lain, polisi sudah berjaga-jaga mengantisipasi kedatangan massa pendukung Amran.

Penyidik kemudian masuk ke dalam rumah sambil membawa surat pemanggilan yang disertai surat penjemputan paksa. Pembicaraan ini pun berlangsung cukup singkat.

"Saya mendapat info tidak ada perlawanan. Prosesnya cukup singkat," kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel.

Tepat pukul 03.30 waktu setempat, KPK akhirnya berhasil membawa Amran. Beruntung massa pendukung Amran belum tampak.

Pendukung Amran baru berkumpul di kediamannya sekitar pukul 09.00 WIB. Sayangnya, sang tuan rumah justru sudah dibawa oleh KPK.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%