detikcom
Jumat, 06/07/2012 11:12 WIB

Tweeps Turut Berduka Atas Tewasnya Pasutri Pedagang Siomay Ngetop

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Kenikmatan pecinta siomay Sewan -- siomay yang ngetop -- di Gang Siomay Sewan, Rawakucing, Neglasari, Tangerang, terganggu. Sebab pasutri pedagang siomay itu tewas dihabisi perampok. Para tweeps pun turut berduka.

Duka para tweeps penggemar siomay siomay Sewan, diungkapkan melalui kicauan di twitter pada Jumat (6/7/2012) ini.

"Turut berduka cita utk suami istri tk siomay di Sewan yang meninggal krn dirampok...," tulis akun ‏@lidyalie07.

Sedangkan pemilik akun ‏@ddeapriyuliyani menulis, "Semoga ga ngidam siomay sewan lagi, yang bikinnya uda gada :| tangerang berduka".

Akun @AletheaYoris juga mengungkapkan dukacitanya. "Semua org yg tau dan pernah makan Siomay Sewan merasa berduka banget. Semoga suami-istri diterima di sisi Tuhan. Amin. :')".

‏Pun pemilik akun @_siska_ juga mengungkapkan dukacitanya. Dia berharap anak pasutri itu bisa melanjutkan usaha orang tuanya. "Turut berduka atas meninggalnya tukang siomay babi di sewan. Semoga anaknya meneruskan usaha orang tuanya jualan siomay," begitu tulisnya.

Banyak tweeps yang menyatakan rasa kehilangan dengan tewasnya sang juragan siomay itu. "Udh gk bsa lg dah mkan siomay enak yg di Sewan.. Smoga pembunuh nya cpet dpt hukuman..... :'''((((," kicau ‏@CacaMachup

Berita duka ini juga sempat diinformasikan oleh penggemar kuliner Bondan Winarno melalui twit-nya pagi ini. Informasi dari Bondan lantas banyak di retweet oleh penghuni Twitterland. "Brtduka.Suami-istri tua pedagang siomay Sewan(Tangerang) yg ngetop,tewas dibantai perampok td mlm RIP," tulis Bondan.

Menurut mereka yang pernah mencicipi hidangan ini, siomay itu punya keistimewaan rasa ikan yang terasa dan gurih serta bumbu kacang yang kental dan legit. Anak pasutri tersebut disebut-sebut turut mengembangkan usaha keluarga ini.

Menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Widodo, pembunuhan pada pasangan suami istri itu terjadi sekitar 04.30 WIB. "Dugaannya telah terjadi 365 (pencurian dengan kekerasan) yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia," ujar Wahyu Widodo.

Korban bernama Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun).

Menurut Wahyu, korban meninggal akibat luka di kepala dihantam dengan serok yang terbuat dari besi.

(vit/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel