BBC Indonesia
Jumat, 06/07/2012 09:56 WIB

Presiden Kuba bertemu pemimpin Cina

BBCIndonesia.com - detikNews
Presiden Kuba Raul Castro bertemu dengan pemimpin Cina di Beijing, menandatangani persetujuan untuk memperdalam hubungan antara kedua sekutu.

Castro dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden Xi Jinping dan Wakil Perdana Menteri Cina Li Keqiang, yang ramai diprediksi akan mengambil alih dua pos tertinggi Cina.

Hari Kamis (05/07) ia bertemu Presiden Hu Jintao dan menandatangani beberapa perjanjian kerja sama.

Cina bertekad untuk membantu Kuba dengan paket utang baru serta fasilitas kesehatan dan teknologi.

Janji-janji itu adalah bagian dari serangkaian kesepakatan antara kedua negara, kata sejumlah laporan, meski pun tidak ada detil yang diberikan.

Hu meminta lebih banyak kerja sama dengan Kuba dalam bidang energi, pembangunan infrastruktur, pertanian dan bioteknologi, kata kantor berita resmi Cina Xinhua.

Kunjungan empat hari Castro ke Cina adalah yang pertama kalinya sejak ia menggantikan saudaranya, Fidel, pada 2008.

Ini adalah kunjungan balasan sesudah Xi bertandang ke Havana tahun lalu.

"Kami sangat senang karena dalam beberapa tahun terakhir, hubungan antara Cina dan Kuba semakin dalam dan berkembang," kata Castro.

Cina adalah mitra dagang terbesar kedua Kuba, sesudah Venezuela.

Castro juga akan mengunjungi Vietnam dan Cina, menurut harian resmi Granma.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%