detikcom
Jumat, 06/07/2012 07:27 WIB

PT KAI Harus Ingat Tanggung Jawab Sosial, Bukan Hanya Cari Untung

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - PT KAI berencana menaikkan tarif angkutan KRL Commuter Line sebesar Rp 2.000 untuk semua tujuan. Namun sebagai imbal dari kenaikan harga itu, PT KAI diminta untuk dapat lebih tepat waktu dan menjaga keamanan KRL.

"Kalau dinaikkan maka layanan khusus jam sibuk ini terkait ketetapan waktu. Ini soal kondisi kereta lebih terjangkau dan aman," ujar pengamat transportasi Yayat Supriyatna saat berbincang dengan detikcom, Jumat (6/7/2012).

Menurut Yayat, yang terpenting saat ini adalah PT KAI mau meningkatkan kualitas pelayanan karena disatu sisi, posisi penumpang juga lemah jika PT KAI hanya fokus pada kenaikan tarif saja.

"Ada imbal balik. Penumpang tidak banyak menuntut tapi yang paling dituntut masalah ketepatan waktu. kalau tarif naik dan pelayanan masih sama maka penumpang berhak kecewa," terangnya.

Pada kesempatan itu, Yayat menyayangkan komentar Direktur Pemasaran PT KAI Sulistyo Limbo menyarankan penumpang commuter line yang menolak kenaikan tarif agar tidak naik kereta. Menurut Yayat, PT KAI adalah badan milik negara yang mengurusi transportasi publik yang mempunyai tanggungjawab sosial bukan hanya mencari keuntungan.

"Kalau terjadi apa-apa maukah PT KAI dituntut soal pelayanan yang buruk. Masyarakat menerima tapi jangan sampai maysrakat dijadikan victim, dijadikan obyek," tegasnya.

"Acuannya kalau mau profesional ya profesional semua," tambahnya.

Lebih lanjut Yayat menambahkan, PT KAI merupakan bagian dari sejarah masa lalu yang merupakan hasil perjuangan masyarajat dan harus mengingat sejarah tersebut.

"Sebaiknya dikurangin jangan gunakan bahasa arogan. PT KAI hidup dari rakyat," ujarnya.


Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:

- Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fiq/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%