Jumat, 06/07/2012 06:34 WIB
Pemerintah Diminta Kembali Pertimbangkan Dampak Ekonomi RPP Tembakau
"Kemarin pada saat Raker dengan Menkes di Komisi IX, saya sudah mengingatkan Ibu Menkes, Nafsiah Mboi, agar juga mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi dari RPP tersebut. Saya berusaha mengingatkan, bahwa kretek itu tidak dapat disamakan dengan rokok-rokok di dunia Internasional, dan jangan sampai agenda asing berperan dalam hal pembuatan kebijakan mengenai kretek ini," ujar anggota Komisi IX Poempida Hidayatulloh kepada detikcom, Jumat (6/7/2012).
Poempida bercerita soal pengalamannya mengenai beberapa temannya yang merupakan pengusaha restoran dan cafe yang kemudian gedungnya melarang merokok, terpaksa tutup karena kemudian tempat-tempat usaha tersebut jadi sepi pengunjung.
"Fenomena yang sama pun terjadi di Setiabudi One, pelarangan merokok hanya “survive” beberapa saat saja, kini pengunjung pun bebas kembali merokok. Hal ini dikarenakan pertimbangan komersial," ungkapnya.
Dalam keadaan perekonomian yang sedang berkembang ini, lanjut Poempida, basis periklanan dari perusahaan rokok domestik masih mewarnai industri periklanan. Jika dibatasi, tidak hanya industri periklanan yang akan terkena dampaknya, namun juga bisnis media yang juga bergantung kepada periklanan akan terkena dampaknya.
"Sejauh mana dampak ini kemudian akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia, adalah tugas pemerintah untuk melakukan studi yang komprehensif dalam hal tersebut. Suatu kebijakan yang dibuat dengan tidak mempertimbangkan keterkaitan akan berbagai elemen secara menyeluruh menciptakan suatu “system archetype” yang saya sering sebut sebagai “tragedy of the commons”," kata Poempida.
Solusinya, menurut Poempida, ajak bicara semua stakeholder dalam membuat kebijakan. Sehingga terjadi kesepakatan.
"Secara filosofis, setiap kebebasan individu akan dibatasi oleh kebebasan individu lainnya secara alami. Dengan demikian kebebasan para perokok akan dibatasi oleh kebebasan mereka yang tidak merokok," tuturnya.
"Yang jelas masalah perokok itu tidak akan merokok di tempat orang-orang yang tidak setuju ia merokok. Dan kritik saya terakhir, apa pemerintah mampu melakukan pengawasan terhadap peraturan yang dibuatnya? Peraturan-peraturan yang ada saja masih jauh dari ideal dari segi pengawasannya," tutup Politisi Golkar ini.
Sementara itu sebelumnya Menkes Nafsiah Mboi meminta petani dan masyarakat bersikap bijak terkait Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau. Isi peraturan itu sama sekali tidak merugikan petani tembakau. Pemerintah juga tidak melarang petani menanam tembakau dan tidak melarang pabrik rokok berhenti berproduksi.
"Masyarakat ingin berhenti merokok silakan, tetapi tidak ada larangan merokok di dalam RPP tersebut," kata Nafsiah dalam keterangan pers yang disampaikan Kemenkes, Kamis (5/7).
Nafsiah mengomentari hal tersebut terkait unjuk rasa ribuan petani tembakau. Nafsiah menjelaskan, RPP Tembakau merupakan suatu upaya untuk melindungi masyarakat dengan mengatur zat adiktif yang terkandung di dalam rokok, yang jelas merugikan kesehatan masyarakat.
"Maka diperlukan tindakan misalnya pengukuran kadar nikotin dan tar dalam setiap rokok. Karena itu bisa menyebabkan kanker, bisa menyebabkan kecanduan," jelas Nafsiah.
(mpr/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kejagung Tahan 2 Tersangka Kasus Kredit Fiktif BJB
183 share this. -
Bupati Bogor Beri Hadiah pada 3 Siswa SMP yang Gagalkan Perkosaan
0 share this. -
Dewan Muslim Kecam Pembunuhan Sadis Tentara Inggris
0 share this. -
Kasus Hakim Setyabudi, Dada Rosada Penuhi Panggilan KPK
0 share this. -
Seorang Penyebar Ranjau Paku Dihajar Massa di Flyover Roxy
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 23/05/2013 10:50 WIB
Polisi Periksa Kejiwaan NN Pemotong 'Burung' Abdul Muhyi
-
Kamis, 23/05/2013 10:46 WIB
Kepsek: Darin Mumtazah Dilarang Menikah
-
Kamis, 23/05/2013 10:46 WIB
Ini Dia Alphard Hitam Luthfi yang KPK Sita
-
Kamis, 23/05/2013 10:40 WIB
Polisi Mediasi Wartawan & Mahasiswa Terlibat Ricuh Demo 21 Mei
-
Kamis, 23/05/2013 10:31 WIB
Darin Mumtazah Pernah Hendak Dijemput KPK di Sekolah
-
Kamis, 23/05/2013 10:05 WIB
Seorang Penyebar Ranjau Paku Dihajar Massa di Flyover Roxy
-
Kamis, 23/05/2013 09:39 WIB
Sefti Kenali Beberapa Perempuan yang Menerima Dana dari Fathanah
-
Kamis, 23/05/2013 09:23 WIB
Darin Mumtazah Diungsikan Ibunda ke Cirebon?
-
Kamis, 23/05/2013 09:48 WIB
4 Suara Pembelaan 'Mama' Darin
-
Kamis, 23/05/2013 08:03 WIB
Pesan Pelaku Pemenggal Tentara Inggris: Anda Tidak Pernah Aman!
-
Kamis, 23/05/2013 10:31 WIB
Darin Mumtazah Pernah Hendak Dijemput KPK di Sekolah
-
Kamis, 23/05/2013 10:03 WIB
Dewan Muslim Kecam Pembunuhan Sadis Tentara Inggris
-
Kamis, 23/05/2013 10:25 WIB
Polisi: Penyebar Paku di Roxy Tertangkap Gara-gara Menabrak Mobil Boks
-
561 Komentar
-
362 Komentar
-
229 Komentar
-
218 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
146 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 00:41 WIB
Kejagung Tahan 2 Tersangka Kasus Kredit Fiktif BJB
-
Rabu, 22/05/2013 21:48 WIB
Darin Mumtazah Juga Tak Ada di Rumah di Kebon Nanas
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
