detikcom
Jumat, 06/07/2012 02:07 WIB

WikiLeaks Sebar 2 Juta Email Internal Suriah ke Media

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Damaskus, - Situs WikiLeaks mulai menerbitkan dua juta email dari tokoh-tokoh politik Suriah. Penerbitan email ini diharapkan akan menjelaskan kekerasan yang terjadi di Suriah yang telah menewaskan belasan ribu orang.

"Materi yang memalukan bagi Suriah, tetapi juga akan memalukan lawan eksternal Suriah," kata pendiri WikiLeaks Julian Assange seperti diberitakan AFP, Jumat (6/7/2012).

"Ini membantu kita untuk tidak hanya mengkritik satu kelompok atau lainnya, tetapi untuk memahami kepentingan mereka, tindakan dan pikirannya," tambah Assange.

Pengungkapan terbaru ini dapat menjelaskan kerja rezim Suriah dan interaksinya dengan sekutu sebelum dan selama konflik yang telah berlangsung 16 bulan ini. Menurut lembaga pemantau HAM, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia telah menewaskan lebih dari 16.500 jiwa.

Dalam bocoran pertama disebutkan bahwa perusahaan pertahanan Italia, Finmeccanica terus memasok dukungan untuk peralatan komunikasi kepada rezim Suriah setelah kerusuhan dimulai pada Maret tahun lalu.

WikiLeaks menyatakan terdapat sekitar 2.434.899 email dari kementerian-kementerian Suriah, termasuk kementerian urusan luar negeri, keuangan dan urusan presiden. Ada sekitar 400.000 email dalam bahasa Arab tetapi ada juga 68.000 email dalam bahasa Rusia.

Untuk menerbitkan jutaan email ini, WikiLeaks mengatakan telah bekerjasama dengan media Al-Akhbar di Libanon, Al Masry Al Youm di Mesir, Associated Press Newswire, Espresso di Italia, NDR / ARD di Jerman, Owni di Perancis dan Publico di Spanyol.
(fiq/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel