detikcom
Kamis, 05/07/2012 23:44 WIB

Jokowi Janjikan Apartemen Murah di Tengah Kota

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Berbagai terobosan disiapkan oleh cagub dan cawagub DKI Jakarta sebagai komitmen jika terpilih di DKI-1. Cagub Joko Widodo menjanjikan siap membangun apartemen yang murah dan multifungsi di tengah kota.

"Terobosannya redesign tata ruang terutama untuk apartemen dan rumah susun. Nanti di dekat kantor ada rusunawa (rumah susun sewa) dan rusunami (rumah susun milik) serta apartemen yang murah, sehingga karyawan tidak harus tinggal di luar Jakarta," ujar Cagub DKI Jakarta Joko Widodo di sela-sela kampanyenya di Jl Raya Bogor, Jakarta Timur, Kamis, (5/7/2012).

Menurutnya, apartemen dan rumah susun itu akan dibangun tidak saja sebagai tempat tinggal, tapi juga menyediakan beragam keperluan fasilitas publik.

"Apartemen itu harus kombinasi antara pasar, poliklinik dan apartemen di dalamnya. Kemudian seperti jadi kawasan pemukiman terpadu untuk kawasan menengah ke bawah," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa dengan membangun apartemen dan rumah susun di tengah kota, maka semua keperluan warga bisa diperoleh di satu tempat. Termasuk mengurangi mobilisasi di ibukota.

"Sehingga mobilisasi di jalan tidak banyak seperti sekarang ini, jutaan mobil. Jadi dari rumah ke kantor bisa jalan kaki, bisa naik
sepede, bisa naik bus yang hanya satu halte," kata Jokowi.

"Itu bukan jangka panjang, itu program jangka pendek, murah, dan engga mahal," imbuhnya.

Lalu kapan target pembangunannya jika terpilih?

"Ya secepatnya lah, kalau saya bekerja itu maunya semuanya cepat, cepat, cepat," tegas Jokowi.

(mpr/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close