Kamis, 05/07/2012 14:27 WIB
Kampus Diminta Terus Pantau RUU Pendidikan Tinggi
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rohmani meminta kalangan kampus terus memantau proses pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pendidikan Tinggi. Sikap kritis kalangan akademisi ini perlu untuk menjaga agar kepentingan rakyat tetap terjaga dalam RUU tersebut.
"Kami sangat berharap teman-teman kampus terus mengawal agar proses pembahasan RUU Pendidikan Tinggi ini tidak melenceng dari kepentingan masyarakat luas. Perlu dukungan moral dan pemikiran kalangan kampus agar tetap terjaga kepentingan rakyat dalam RUU itu," kata Rohmani dalam rilisnya, Kamis (5/7).
Rohmani mengatakan kekhawatirannya bila RUU Pendidikan Tinggi tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Dari proses pembahasan RUU Pendidikan Tinggi ini ia memandang pihak pemerintah tidak serius menyelesaikan RUU tersebut tepat waktu. Hal ini nampak ketika pemerintah tiba-tiba menolak RUU ini dibahas di rapat paripurna pada penutupan sidang sebelumnya. "Sekarang pun demikian. Pemerintah kembali membuka pembahasan RUU di saat masa persidangan tinggal dua minggu lagi," jelas Rohmani.
Menurut Rohmani, RUU Pendidikan Tinggi tidak rumit bila pemerintah bersedia membuka diri terhadap masukan berbagai pihak. Terutama gagasan pendidikan tinggi murah berkualitas, terbuka kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk mengenyam pendidikan tinggi, otonomi kampus dalam hal pengelolaa sistem pendidikan, anggaran riset yang cukup dan peran negara dalam ; pembiayaan operasional kampus.
"Persolannya pemerintah berusaha menghindar akan kewajiban pembiayaan. Sementara dalam pengelolaan sistem pendidikan pemerintah justru ingin terlibat lebih dalam. Inikan terbalik jadinya," kata politisi PKS ini.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(nwk/nwk)
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 15:31 WIB
Toyota Kijang Seruduk Pos Keamanan Bank di Semarang, Penjual Nasi Tewas
-
Kamis, 20/06/2013 15:29 WIB
PKS Wakafkan Menteri, Waketum PD: Memalukan!
-
Kamis, 20/06/2013 15:25 WIB
Sidang Kasus Cebongan
Cerita Terbakarnya Emosi Serda Ucok yang Berujung Penyerangan ke LP
-
Kamis, 20/06/2013 15:23 WIB
Balada Kopaja-Metro Mini
Speedometer Tak Ada, Sopir Metro Mini: Nggak Apa-apa, yang Penting Jalan
-
Kamis, 20/06/2013 15:22 WIB
Hari ke-249 Jokowi
Ahok Bujuk PPD Pindahkan Busnya ke Jalur TransJakarta
-
Kamis, 20/06/2013 13:47 WIB
Hendropriyono: Saya Bekas Prajurit, Saya Yakin Mereka Tidak Setolol Itu
-
Kamis, 20/06/2013 14:43 WIB
Ditawari Masuk PD, Ini Jawaban Tifatul
-
Kamis, 20/06/2013 13:59 WIB
Dikejar Massa, Ketua Komnas HAM Diamankan PM
-
Kamis, 20/06/2013 14:59 WIB
Diminta Tempatkan Orang Betawi di Jabatan Penting, Ini Tanggapan Ahok
-
Kamis, 20/06/2013 14:34 WIB
Disoraki dan Dikejar Pendukung Kopassus, Ketua Komnas HAM Risaukan Saksi
-
Kamis, 20/06/2013 15:07 WIB
Celoteh Warga Soal Bangku Taman Jokowi di Thamrin
-
Kamis, 20/06/2013 14:38 WIB
Terungkap di Dakwaan, Serda Ucok Ajak Serang LP dan Eksekusi Tahanan
-
Kamis, 20/06/2013 14:30 WIB
Gara-gara 3 Menteri Kena Macet, SBY Tunda Rapat Kabinet
-
436 Komentar
-
359 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
179 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 13:12 WIB
Menko Kesra Soal Asap: Suka Mengeluh, Singapura Jangan Kekanak-kanakan
-
Kamis, 20/06/2013 12:33 WIB
Punya Banyak Perusahaan Sawit di Sumatera, Singapura Harus Introspeksi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer













_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

