Kamis, 05/07/2012 00:12 WIB

Hadiri Pengajian Nisfu Syaaban, Jokowi Bantah Kampanye

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Cagub DKI Jakarta nomor urut 3, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri pengajian nisfu syaaban yang digelar Majelis Dzikir Asmaul Husna di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Jokowi membantah kehadirannya itu sebagai kampanye.

"O ndak, ndak. Kita diundang pengajian nisfu syaaban, bukan kampanye. Saya hadir itu (undangan) aja," kata Jokowi usai menghadiri pengajian di Masjid Jamie Al Ikhsan, Jl Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, (4/7/2012).

Jokowi menjelaskan dalam pengajian itu dirinya tidak menyampaikan visi misi dan tidak juga mengajak orang untuk memilih dirinya sebagai cagub DKI Jakarta. "Saya berteman dengan ustad-ustad yang ada di sini, jadi saya diundang" tuturnya.

Pantaun detikcom, Jokowi hadir di tengah guyuran hujan mengenakan baju koko putih dan kopiah warna putih. Ia hadir ditemani beberapa tim suksesnya yang juga mengenakan pakaian kasual.

Sekitar tiga orang memang tampak mengenakan baju kotak-kotak yang menjadi ikon kampanye Jokowi. Namun, bukan dari tim sukses, mereka adalah warga atau simpatisan Jokowi.

"Pak Jokowi cuma sambutan sekitar 3 menit menyapa warga, enggak ada kampanye. Pengajiannya mendengarkan ceramah Habib, yang hadir tadi sekitar 150 warga di sini," kata Taufik, warga sekitar yang turut
menghadiri pengajian nisfu syaaban.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%