Rabu, 04/07/2012 17:47 WIB
Kolom
Uang Saweran, Sebuah Pernyataan Sikap Politik Rakyat?
Karena bertindak atas nama rakyat, maka dalam sistem demokrasi mereka mempunyai hak konstitusional yang tak terbantahkan. Karena itu KPK dibuat bertekuk lutut untuk terus menerus mengemis pada belas kasihan dan perkenannya.
Rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi di negeri ini agaknya tidak rela dan tidak berkenan melihat 'penganiayaan' yang demikian berlangsung secara berkelanjutan. Dengan segala risiko dan sikap penuh percaya diri, rakyat bangun, menyisihkan waktu dari kesibukan sehar-hari mencari sesuap nasi untuk hidup, bergerak ke jalan-jalan dan pasar-pasar mengumpulkan 'Koin untuk KPK' yang dipandang mereka sedang dalam 'penganiayaan'.
Sikap ini diperkuat oleh keberpihakan rakyat pada upaya KPK dalam pemberantasan korupsi yang makin merajalela di negeri ini. Mereka prihatin atas kesulitan KPK bekerja secara berdesak-desakan dalam ruangan sempit untuk rakyat dalam melibas para koruptor.
Beberapa pentolan yang merasa diri berkuasa, menuduh gerakan rakyat ini sebagai sebuah pelanggaran hukum. Pelanggaran terhadap aturan yang dibuat dan disahkan oleh mereka. Sikap ini amat berbahaya, karena sikap itu dapat mendorong rakyat mengingat pada era penjajahan, ketika penjajah menuduh pejuang kemerdekan melanggar peraturan dan undang-undang yang disusun dengan sengaja untuk mengekalkan kekuasaannya dan menjebloskan para pejuang kemerdekaan dalam penjara. Meskipun tidak persis sama, tetapi secara alamiah, sikap manusia dalam mempertontonkan dan mempertahankan kekuasaan relatif tidak jauh berbeda.
Yang perlu dipahami, dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan negara secara demokratis, apapun bentuk protes atau dukungan dari rakyat, selama itu tidak menimbulkan kegaduhan dan ketidakamanan, adalah sah. Sistem demokrasi berdasarkan kedaulatan rakyat. Semua aturan harus dibuat dengan persetujuan dan untuk kepentingan rakyat.
Pertanyaan yang timbul, bagaimana kalau aturan itu dibuat atau ditetapkan justeru oleh sebuah lembaga yang secara formal mewakili rakyat? Bagaimanapun, mereka tidak bisa berbuat kalau hal itu dapat menimbulkan protes dari rakyat. Protes rakyat terhadap wakil rakyat menandakan, bahwa rakyat tidak sepakat dengan sikap dan perilaku mereka. Dalam era modern dengan kondisi keterbukaan sekarang ini, sikap rakyat yang demikian tidak timbul secara tiba-tiba. Rakyat telah dapat membaca dan melihat apa yang sedang terjadi dengan wakil-wakil mereka. Mereka tidak bisa lagi dihasut oleh orang lain.
Rakyat secara seksama mengikuti apa yang diperbuat wakil-wakil mereka. Rakyat mengikuti apa yang sedang terjadi. Mereka tahu siapa yang berbuat sungguh-sungguh untuk rakyat dan siapa yang mengkhianati rakyat? Siapa diantara wakil-wakil rakyat yang bekerja secara jujur dan siapa yang mempergunakan kekuasaan yang diberikan rakyat untuk memperkaya dirinya sendiri? Rakyat makin sadar dengan perilaku mereka dan perilaku kita semua.
Dugaan saya, jika keadaan ini dibiarkan terus berkembang, dikhawatirkan akan tiba pada sebuah kesimpulan dari rakyat untuk menyampaikan 'mosi tidak percaya' kepada wakil-wakilnya. Jika ini yang terjadi, konsekuensi logisnya adalah keharusan dilakukan segera pemilihan umum baru menggantikan semua anggota DPR yang sekarang.
Meskipun kita tidak mengharapkan hal itu terjadi, namun itu adalah hak rakyat dan jalan keluar terbaik dalam sistem demokrasi. Karena itu perlu diingat bahwa saweran itu adalah sebuah bentuk dari pernyataan sikap politik rakyat yang harus disadari secara sungguh-sungguh.
*) Said Zainal Abidin adalah ahli manajemen pembangunan daerah (regional development management) dan kebijakan publik, guru besar STIA LAN. Sekarang sebagai penasihat KPK.
Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.
(vit/vit)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
456 share this. -
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
438 share this. -
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
426 share this. -
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
407 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
390 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Kolom Terbaru
Indeks Kolom ยป
-
Jumat, 24/05/2013 21:27 WIB
Opini
e-KTP, Kelemahan dan Harapan: Berkaca pada Swedia
-
Rabu, 22/05/2013 10:43 WIB
Bubarkan Partai Korup
-
Senin, 20/05/2013 12:15 WIB
Melihat Arah Ekonomi Jalan Ketiga
-
Rabu, 15/05/2013 10:33 WIB
Politik Bunuh Diri PKS
-
Senin, 13/05/2013 13:28 WIB
Penyitaan Mobil Mewah Elit PKS: Dapatkah Ditolak?
-
Sabtu, 25/05/2013 08:13 WIB
Masuk Daftar Terima Aliran Dana Fathanah, Ini Penjelasan Yulia Puspitasari
-
Sabtu, 25/05/2013 08:33 WIB
Masuk Daftar Terima Aliran Dana Fathanah, Yulia Sudah Diperiksa KPK
-
Sabtu, 25/05/2013 09:07 WIB
Ini Alasan Keluarga Abdul Muhyi Tolak Ajakan Nikah NN
-
Sabtu, 25/05/2013 07:11 WIB
3 'Serangan' Fahri Hamzah ke KPK di Kasus Suap Daging Impor Sapi
-
Sabtu, 25/05/2013 09:05 WIB
Yulia Jenguk Fathanah di Sel, Nasihati Agar Tak Tinggalkan Sefti
-
Sabtu, 25/05/2013 08:40 WIB
Kendali Arah Bandara Soetta Rusak, Jadwal Penerbangan Tertunda
-
Sabtu, 25/05/2013 07:57 WIB
Pimpinan BRI Cabang Palu Ditembak Orang Tak Dikenal
-
Sabtu, 25/05/2013 06:54 WIB
Truk vs Truk di Tol Cibitung, Seorang Sopir Tewas
-
550 Komentar
-
367 Komentar
-
253 Komentar
-
206 Komentar
-
205 Komentar
-
145 Komentar
-
137 Komentar
-
134 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 21:01 WIB
Ketua Majelis Hakim Kasus Bioremediasi Chevron Minta Maaf!
-
Jumat, 24/05/2013 20:55 WIB
Keluarga NN datangi Abdul, Ajukan Pernikahan Sebagai Jalan Damai
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
