detikcom
Rabu, 04/07/2012 10:29 WIB

Anas Diperiksa KPK, Petinggi Demokrat pun Kembali Beri Dukungan

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Untuk kedua kalinya, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dimintai keterangannya oleh KPK dalam kasus Hambalang. Para petinggi partai ini pun datang ke KPK untuk memberi dukungan.

"Kami beri dukungan lah, support moral," kata Wasekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Rabu (4/7/2012).

Pantauan detikcom, selain Saan, ada beberapa juga petinggi Demokrat yang juga turut hadir. Ada Ketua DPP Bidang Pemberantasan Korupsi Didi Irawady Syamsuddin, Denny Kailimang, I Gede Pasek Swardika, Andi Nurpati hingga Patra M Zen.

Saan sendiri membantah jika kedatangan mereka untuk intervensi pemeriksaan. "Bagaimana mau intervensi, masuk saja sulit," seloroh Saan.

Saat hendak masuk ke dalam gedung, petinggi Demokrat tersebut ditolak oleh petugas keamanan KPK. Hanya Anas beserta dua kuasa hukumnya saja yang diperbolehkan masuk. Selebihnya terpaksa menunggu di luar gedung.

"Harapan kasus ini cepat tuntas," tandasnya.

(mok/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel