detikcom
Rabu, 04/07/2012 10:06 WIB

Disambut Politisi PD, Anas Penuhi Panggilan KPK

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Anas Urbaningrum memenuhi janjinya untuk datang ke gedung KPK. Berbatik coklat dengan menaiki Kijang Innova bernopol B 1584 TOM, Anas tiba di KPK.

Sekitar pukul 09.45 WIB, Rabu (4/7/2012) Anas tiba di gedung yang beralamat di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, itu. Anas langsung disambut koleganya seperti juru bicara PD Andi Nurpatti, Saan Mustopa, Didi Irawady, Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika, Patra M Zein, dan juga Denny Kailimang. Mereka memberikan dukungan dengan bergantian menyalami Anas sembari cium pipi kiri-cium pipi kanan.

Pengacara Anas, Firman Wijaya, juga ikut menyambutnya. Kolega dan pengacara Anas sudah datang lebih dahulu. Mereka pun langsung mengawal Anas hingga masuk ke gedung KPK.

"Terima kasih pada teman-teman sekalian yang sudah setia menunggu. Hari ini saya kembali memenuhi permintaan keterangan dari KPK. Saya bersyukur karena keterangan yang saya sampaikan minggu lalu dinilai bermakna, berharga," jelas Anas saat dicegat puluhan wartawan. Anas tampil seperti gaya khasnya: tenang dan kalem.

"Nanti lesehan lagi ya," tambah Anas setelah beberapa menit berbicara. Dia lantas masuk ke dalam gedung. Anas diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Ini merupakan pemeriksaan keduanya.


(mok/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel