Rabu, 04/07/2012 08:15 WIB

Ibas Digadang Jadi Cawapres Ical Hanya Lelucon Golkar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Partai Gerindra merespon dorongan internal Golkar menggadang-gadang Sekjen PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menjadi cawapres Ketum Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Hal ini dianggap sebagai lelucon politik Golkar.

"Pencalonan Ibas sebagai cawapres oleh Partai Golkar adalah lelucon politik yan tidak lucu. Saya tidak habis pikir bagaimana Golkar sebagai partai besar bisa berkesimpulan hendak mencalonkan Ibas jadi Wakil Presiden," kata anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, Rabu (4/7/2012).

Menurut Martin, dengan wacana tersebut, Golkar terkesan seolah-olah menyepelekan jabatan Wapres tersebut sebagai jabatan yang tidak terlalu penting. Sehingga Capres yang pegang kendali penuh jika terpilih menjadi Presiden.

"Yang diutamakan seolah-olah hanya ketaatan pada Capres. Tidak perlu kualitas dan pengalamannya. Padahal Wapres itu jabatan yang sangat penting. Orang ke-2 di Indonesia. Yang akan menjadi pemimpin negara kalau Presidennya berhalangan tetap," kritiknya.

Martin menilai, sebaiknya Golkar tidak meremehkan aspirasi rakyat dalam menggadang-gadang seseorang menjadi Capres atau Cawapres. Harus ada keseriusan dan rasa tanggungjawab yang tinggi dalam mencalonkan sesorang.

"Pencalonan Presiden dan Wapres oleh Golkar dalam Pemilu 2014 akan menjadi tolok ukur bagi rakyat dalam menilai sejauh mana keseriusan partai tersebut untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," tandasnya.


Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(van/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    61%
    Kontra
    39%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel