detikcom
Rabu, 04/07/2012 07:50 WIB

Laporan dari Australia

Terkait Papua, SBY: Australia Tegaskan Dukung Integritas NKRI

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahu soal insiden unjuk rasa beberapa orang terkait Papua di depan gedung parlemen di Darwin, Australia. SBY menilai di negara demokratis seperti Australian unjuk rasa tidak bisa dilarang. Namun secara khusus PM Julia Gillard menegaskan, Australia mendukung NKRI.

"Pemerintah Austaralia tanpa saya tanya mengenai hal itu, PM Julia Gillard langsung menegaskan, bahwa pemerintahannya mendukung integritas NKRI," kata SBY di sela-sela kunjungan ke Darwin di Hotel Crown Plaza, Rabu (4/7/2012).

Saat berkunjung ke gedung parlemen itu, pada Senin (2/7) melakukan unjuk rasa di depan gedung parlemen. Ada 5-6 orang berunjuk rasa terkait Papua.

"Saya tegaskan pada beliau (PM Gillard), bahwa kita menangani Papua dengan serius dengan pendekatan kesejahteraan," terang SBY.

SBY menjelaskan, seperti halnya di provinsi lain, persoalan Papua pun dikelola dengan baik. "Hukum tetap ditegakkan, namun kesejahteraan dan keadilan selalu di Papua," tuturnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/ahy)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%