BBC Indonesia
Rabu, 04/07/2012 07:43 WIB

Polisi selidiki dana kampanye Sarkozy

BBCIndonesia.com - detikNews
Nicolas Sarkozy

Nicolas Sarkozy membantah tuduhan menerima sumbangan ilegal dalam kampanye 2007

Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy diduga terlibat kasus dana kampanye dalam pemilihan presiden 2007 lalu.

Polisi Prancis mulai melakukan penggeledahan tempat kediaman dan kantor Sarkozy sebagai bagian dari pemeriksaan.

Sebuah kantor hukum yang sahamnya milik Sarkozy juga digeledah, seperti disebutkan dalam laporan.

Penyelidikan ini berkaitan dengan tuduhan bahwa Sarkozy menerima dana kampanye ilegal dalam pilpres 2007 lalu, dari perempuan terkaya di Prancis, Liliane Bettencourt.

Sebelumnya, Sarkozy telah membantah telah melakukan kesalahan.

Dia berada di Kanada bersama dengan kuasa hukumnya, Thierry Herzog, seperti diberitakan Kantor Berita AFP.

Dalam pemilihan presiden Mei lalu, Sarkozy kalah dari saingannya dari kubu sosialis, Francois Hollande. Kekebalannya terhadap hukum berakhir pada 16 Juni lalu.

Kantor Bettencourt dituduh menyumbang dana kampanye sebesar puluhan ribu euros bagi Sarkozy.

Peraturan di Prancis menyebutkan sumbangan dana kampanye dari individu dibatasi sampai 4.600 euros atau sekitar Rp. 54 juta rupiah.

"Ini merupakan serangan... seperti yang diperkirakan akan terbukti sia-sia," kata Herzog dalam pernyataannya.

Bohong dan fitnah

Sebuah penyelidikan dilakukan untuk membuktikan klaim bahwa staf ahli waris perusahaan LOreal, Liliane Bettencourt, memberikan sumbangan secara tunai sebesar 150.000 euros atau Rp 1,7 milliar, kepada ajudan Sarkozy pada tahun 2007, ketika dia berkampanye sebagai capres.

Mantan akuntan Bettencourt, Claire Thibout, menuduh penggalang dana kampanye Sarkozy, Eric Woerth mengumpulkan sumbangan secara perorangan. Woerth merupakan mantan menteri keuangan pada kabinet Sarkozy.

Kemudian, ada tiga saksi lain yang menuduh bahwa semala masa kampanye 2007, Sarkozy melakukan kunjungan pribadi ke kediaman Bettencourt selama beberapa hari.

Tetapi, Herzog mengatakan bahwa rincian agenda harian Sarkozy dari masa dia menjabat sebagai menteri dalam negeri dan dikawal polisi kemana pun dia pergi, akan membuktikan bahwa klaim bahwa mantan presiden itu menghadiri pertemuan itu tidak terjadi.

Penyelidikan kriminal terhadap Eric Woerth telah dilakukan.

Dakwaan kasus ini berkaitan dengan klaim yang menyebutkan bahwa Woerth menggunakan pengaruhnya sebagai menteri untuk melindungi manajer keuangan Bettencourt.

Tetapi dia belum diperiksa terkait dengan penyelidikan dana kampanye ilegal.

Mantan presiden Prancis mengecam tuduhan itu dan menyebutkannya sebagai kehohongan dan fitnah.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel