detikcom
Selasa, 03/07/2012 09:53 WIB

Korban Call Center Palsu ATM BRI di Bali Serahkan Bukti CCTV ke Polisi

Gede Suardana - detikNews
Rekaman CCTV di ATM (gede suardana/detikcom)
Denpasar - Korban penipuan call center ATM BRI palsu, Ni Luh Ayu Krisnawati (30) telah mengantongi CCTV yang merekam aksi pelaku. CCTV telah diserahkan ke polisi.

Ayu adalah nasabah BRI yang tertipu call center ATM BRI palsu asal Kabupaten Jembrana, Bali. Ia tertipu sebesar Rp 23 juta saat bertransaki di ATM BRI Jalan Teuku Umar Denpasar pada Minggu (17/6/2012).

Korban berhasil mendapatkan rekaman CCTV dari pihak BRI, yang dengan jelas memperlihatkan wajah pelaku penipuan call center palsu yang menguras uangnya Rp 23 juta. "Rekaman CCTV sudah saya serahkan ke Polsek Denpasar Barat," kata Ayu kepada wartawan Selasa (3/7/2012).

Dalam tayangan CCTV, pelaku masuk ke ruang ATM BRI memasang jebakan pada 17 Juni 2012 pukul 15.47 WITA. Pelaku yang berperawakan sedang dengan rambut pendek berpura-pura bertransaksi. Ia mengeluarkan kartu ATM BRI dan korek api.

Kartu ATM dijepit dengan batang korek api yang telah dipatahkan. Selanjutnya, pelaku memasukkan kartu ATM tersebut, menunggu beberapa detik, kartu ATM pelaku pun keluar. Diduga batang korek api yang tersangkut di mesin ATM menjadi kunci untuk memacetkan kartu ATM milik korban.

Tak lama berselang, korban bertransaksi. Tiba-tiba kartu tidak terbaca oleh mesin ATM. Korban pun mencoba untuk mengeluarkannya dengan memencet-mencet tombol ATM, namun gagal.

Di tengah kebingungan dan kepanikan, muncul seorang pria membantu korban. Pria itu diduga kuat pelaku tadi. Sosok pria yang tak jelas dalam rekaman CCTV ini coba mengarahkan korban agar menghubungi nomor call center BRI palsu yang tertempel di mesin ATM.

Korban pun menghubungi nomor call center palsu tersebut. "Dari seberang telepon, ada pria yang mengaku sebagai petugas call center, saya dituntutn. Pria itu juga meminta nomor PIN saya," kenang korban.

Cukup lama Ayu Krisnawati berkomunikasi dengan pelaku petugas call center palsu tersebut. Hingga akhirnya pelaku meminta agar Ayu pulang mengambil buku tabungan, karena di sana tersimpan nomor rekening yang diminta pelaku.

Dalam tayangan CCTV, sosok pria yang memasang jebakan sebelumnya, kembali mendatangi ruang ATM. Tak lebih dari 30 detik, pelaku berhasil mengeluarkan kartu ATM milik korban dengan sebuah alat sejenis obeng. Pelaku pun dengan mudah bertransaksi menguras uang korban.

Dengan bukti rekaman CCTV ini, Ayu mendesak polisi untuk menindaklanjutinya dan segera menangkap pelaku. "Ini kan sudah sangat jelas pelakunya. Saya berharap polisi serius menangani kasus yang menimpa saya dengan menangkap pelakunya," ujar korban yang hingga kini mengaku masih shock ini.

Hanya Gara-gara Menyimpan Foto Pacar, Siswi SMK Tidak Diluluskan Pihak Sekolah. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(gds/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000