Selasa, 03/07/2012 08:24 WIB

2 PSK Maroko Masih Irit Bicara, Sindikat Belum Jelas

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - Imigrasi Bogor masih memeriksa dua wanita asal Maroko yang diduga sebagai pekerja seks komersil (PSK) di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. Hasil pemeriksaan sementara, sindikat penyalur wanita itu belum jelas karena keduanya lebih banyak diam.

"Masih diperiksa dulu, agak susah karena diam, terus menutupi wajahnya," kata Kepala Imigrasi Bogor, Bambang Catur, saat dikonfirmasi, Selasa (3/7/2012).

Dua wanita penghibur atau maghribi itu rencananya akan dideportasi ke negara asal. Saat ini, pihak Imigrasi masih mendata dan mengupayakan tiket pesawat pulang bagi keduanya.

"Data-data mereka masih sebagian di hotel. Kalau lengkap, langsung kita pulangkan," terangnya.

Sementara untuk sindikat penyalurnya, Imigrasi saat ini sudah membentuk tim untuk investigasi. Dua wanita yang disebut-sebut bertarif Rp 2,5 juta per dua jam itu diduga tidak bermain sendiri.

"Kita masih pengumpulan bahan dan keterangan, masih kita dalami. Pokoknya harus kita ungkap," ujar Bambang.

Sebelumnya, 2 pekerja seks komersial (PSK) asal Maroko dijaring petugas Reskrim Polres Bogor. Petugas berhasil menjaring kedua PSK tersebut setelah berpura-pura menjadi lelaki hidung belang yang ingin mendapatkan jasa PSK.

(mad/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel