Detik.com News
Detik.com
Selasa, 03/07/2012 08:14 WIB

Ribuan Petani Tembakau Geruduk Kantor Kemenkes, Awas Macet!

Rivki - detikNews
Ribuan Petani Tembakau Geruduk Kantor Kemenkes, Awas Macet!
Jakarta - Sekitar 80 bus yang mengangkut para petani tembakau dari Jawa Tengah, sudah hadir di Jakarta. Mereka berkumpul di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat, dan selanjutnya akan bergerak ke Kuningan, Jakarta Selatan, untuk berdemo di kantor Kementerian Kesehatan.

"Infonya ada 103 bus, sekarang masih berkumpul di Istiqlal sambil menunggu rekannya," kata Kasatlantas Jakarta Pusat, AKBP I Ketut Suarta, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (3/7/2012).

Suarta mengatakan, jumlah demonstran yang menyemut di Istiqlal sekitar 1.000 orang. Namun hal itu tidak membuat arus lalin di daerah Istiqlal menjadi padat.

"Lalu lintas di Istiqlal tidak padat, karena parkirnya luas jadi bus-bus tidak menutup jalan," ungkapnya.

Ia menjelaskan sekitar pukul 08.30 WIB, para demonstran akan melakukan iring-iringan dari Istiqlal menuju Gedung Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel.

"Diperkirakan macetnya di Kemenkes situ, karena tidak tempat parkir dan di sana jalan utama," ujarnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/mad)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%