detikcom
Senin, 02/07/2012 17:57 WIB

Mendiang Kim Jong-Il Pernah Instruksikan Produksi Massal Bom Uranium

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Mendiang Kim Jong-Il (AFP)
Pyongyang, - Mendiang pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Il disebut-sebut pernah memerintahkan para ilmuwan negara komunis tersebut, untuk memproduksi bom uranium dalam jumlah besar. Padahal diketahui bahwa selama ini Korut selalu berdalih hanya mengembangkan uranium untuk keperluan pembangkit listrik semata.

Instruksi Jong-Il tersebut terungkap dari dokumen rahasia milik rezim komunis Korea Utara (Korut) yang dibeberkan oleh surat kabar Jepang, Mainichi Shimbun dan Tokyo Shimbun. Dokumen rahasia tersebut merupakan laporan yang disusun oleh sejumlah pejabat senior pada Partai Buruh Korut pada Februari lalu.

Dalam dokumen yang menjelaskan secara detail soal kebijakan-kebijakan domestik dan luar negeri Korut itu, disebutkan bahwa Jong-Il yang meninggal dunia pada Desember 2011 lalu, telah memerintahkan pembuatan senjata nuklir dengan menggunakan uranium dan juga plutonium. Instruksi ini juga merujuk kepada fasilitas pengayaan uranium milik Korut yang sempat diinspeksi AS pada November 2010 lalu, pasca uji coba nuklir pada 2006 dan 2009 silam.

"AS dan pihak lawan lainnya mengeluhkan upaya kita dalam memproduksi uranium untuk membuat senjata nuklir. Sejujurnya... (mendiang pemimpin Korut mengatakan) kita tidak sedang menunggu pengembangan teknologi pengayaan uranium agar bisa digunakan untuk keperluan industri sipil," demikian bunyi dokumen tersebut seperti dilansir oleh AFP, Senin (2/7/2012).

"Dari sudut pandang militer, persoalannya tentu saja kita seharusnya menggunakan plutonium dan uranium yang telah diperkaya untuk membuat bom atom," imbuh dokumen tersebut seperti dikutip Mainichi Shimbun.

Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa mendiang Jong-Il juga memberikan tugas langsung kepada bawahannya untuk memproduksi senjata nuklir. "Tugas konkret untuk memproduksi senjata nuklir secara massal," demikian bunyi dokumen tersebut.

Menurut Mainichi Shimbun, keberadaan dokumen internal tersebut dimaksudkan untuk memperjelas kepada kader-kader Partai Buruh Korut bahwa Kim Jong-Un yang menjadi pemimpin Korut saat ini, mewarisi strategi dan kebijakan ayahnya untuk mengembangkan senjata nuklir demi melindungi rezimnya.

Sedangkan Tokyo Shimbun menyebut dokumen ini menjadi bukti pertama soal instruksi langsung mendiang Jong-Il atas upaya pengembangan bom uranium, yang selama ini menjadi kecurigaan negara-negara Barat. Surat kabar tersebut juga menyatakan bahwa ada sedikit harapan kebijakan luar negeri Korut akan berubah di bawah kepemimpinan Kim Jong-Un.


Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv

(nvc/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    60%
    Kontra
    40%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close