detikcom
Senin, 02/07/2012 17:11 WIB

Ini Alur Penculikan Komplotan yang Ngaku Polisi di Pulogadung

Pandu Tiryuda - detikNews
Jakarta - Komplotan pemeras yang mengaku polisi di Jakarta Timur berhasil menculik dua korbannya dan mengambil beberapa barang berharga milik korban. Komplotan itu sempat meminta uang tebusan kepada keluarga korban dan dituduh menyimpan narkoba.

Berdasarkan informasi detikcom, Senin (2/7/20120), yang diterima dari Kasi Humas Polsek Pulogadung Aiptu Abdul Chafid, berikut alur penculikan Irman Febrianto (25) dan Astrid Indah Pratiwi (25) yang terjadi pada Minggu 1 Juli 2012.

Jakarta Selatan, Pukul 3.30 WIB

Irman Febrianto dan Astrid Indah Pratiwi sedang melintasi Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan sekitar pukul 03.30 WIB. Irman mengemudikan mobil Honda jazz bernopol B 8094 JZ saat tiba-tiba mobilnya disalip oleh mobil Avanza hitam bernopol B 99 PW.

Kemudian ada sekitar 7 orang keluar dari Avanza, mereka mengaku polis dan memaksa Irman dan Astrid turun dari mobilnya. Mereka dituduh menyimpan dan memiliki narkoba. Kedua korban kemudian dimasukkan di dalam mobil dengan mata tertutup dan tangan yang terikat. Salah seorang pelaku membawa senjata tajam berupa pistol gas.

Jakarta Timur, Hotel By Pass Inn

Setelah menyekap korban. Pelaku kemudian membawa kedua korban ke sebuah hotel By Pass Inn di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Timur. Dalam penyekapan itu, pelaku yang diperkirakan berjumlah tujuh orang sempat meminta uang tebusan ke keluarga korban sebesar Rp 30 Juta.

Plasa Arion, ATM Center

Sambil menunggu transfer keluarga korban, salah seorang pelaku membawa Astrid menuju Plasa Arion yang berada di Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Di Plasa Arion, pelaku membawa Astrid ke ATM Center dan mengambil uang korban sebesar Rp 1 juta.

Namun, karena gelagat yang mencurigakan dan Astrid berhasil menarik perhatian petugas keamanan gedung dengan berteriak sehingga pelaku yang diketahui bernisial AP berhasil ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Pulogadung.

Di Mapolsek Pulogadung, AP menjelaskan perbuatannya terhadap korban dan kemudian polisi segera mengejar pelaku lainnya dan menyelamatkan Irman, salah satu korban yang masih disekap di dalam hotel.

Pukul 11.30 WIB, Hotel By Pass Inn

Penangkapan AP segera dikembangkan oleh Mapolsek Pulogadung. Beberapa anggota kepolisian segera ke Hotel By Pass In di Jakarta Timur. Namun sesampainya di sana, polisi tidak berhasil menemukan pelaku dan hanya menemukan korban yang berada di dalam kamar.

Korban diketahui mendapatkan kekerasan selama di hotel dan selama di perjalanan. "Korban perempuan tidak menapatkan pelecehan seksual," kata Chafid.

Diketahui, dalam penculikan itu dompet korban yang berisi uang sekitar Rp 463 ribu, 1 buah laptop bermerek Lenovo dan 1 buah BB gemini juga ikut dibawa pelaku. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 18,1 juta.




Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(fiq/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    54%
    Kontra
    46%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000