Senin, 02/07/2012 15:46 WIB

Sugeng Akan Buatkan Kaki Palsu Gratis Untuk 100 Orang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sugeng mengajari sejumlah petugas kepolisian untuk mengukur kaki palsu
Semarang, - Sugeng Siswoyudono (50) warga Mojokerto terlihat semangat membantu masyarakat Jawa Tengah yang kehilangan kaki akibat kecelakaan untuk memperoleh kaki palsu. Bersama Kick Andy Foundation dan Kepolisian, hari ini, Senin (2/7/2012) ia mengukur kaki 100 orang untuk dibuatkan kaki palsu.

Semangat Sugeng membuat kaki palsu untuk masyarakat tersebut berasal dari Pengalaman pribadinya sendiri kehilangan kaki kanannya. Tahun 1981 lalu, Sugeng mengalami kecelakaan saat mengendarai motor, ia pun harus merelakan kaki kanannya untuk diamputasi. Setelah itu Sugeng memperoleh kaki palsu dari orang tuanya, namun beberapa tahun kemudian kaki tersebut rusak.

"Saat itu dibelikan kaki seharga Rp 1,2 juta, terus beberapa tahun rusak, beli lagi dengan harga Rp 2 jutaan. Jaman segitu ya lumayan," kata Sugeng di RS Bhayangkara, jalan Majapahit, Semarang, Senin (2/7/2012).

Melihat harga kaki palsu yang hingga saat ini cukup mahal dan ada yang mencapai puluhan juta rupiah, Sugeng berinisiatif membuat kaki palsu sendiri. Maka sejak tahun 1995, Sugeng mulai membuat kaki palsu dengan teknologi yang ia temukan sendiri. Bahkan penemuannya tersebut sudah dihak patenkan di tingkat internasional.

"Sekarang sudah membuat yang versi 7, bisa untuk bersila," katanya.

Dengan keahliannya tersebut, Sugeng sudah membantu banyak warga dari seluruh Indonesia untuk memperoleh kaki palsu. Oleh sebab itu bekerjasama dengan Kick Andy Foundation dan Mabes Polri, sugeng menjalankan program pembagian kaki palsu untuk korban kecelakaan.

"Untuk saudara-saudaraku agar bisa menyelesaikan masalahnya sendiri," kata Sugeng.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%