detikcom
Senin, 02/07/2012 13:14 WIB

Dana Kampenye Dipersoalkan, Ini Jawaban Foke

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan sejumlah donatur yang tidak jelas identitasnya dalam dana kampanye setiap pasangan cagub-cawagub pilkada DKI Jakarta. Pasangan Foke-Nara yang paling banyak disorot. Apa komentar Foke saat disinggung perihal itu?

"Tanya tim saya sajalah," kata Cagub DKI, Fauzi Bowo atau Foke, saat ditemui wartawan di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (2/7/2012).

Foke mengaku sepenuhnya urusan dana kampanye bukan diatur dirinya. Urusan dana kampanye ada tim yang menanganinya. "Emang gue ngurusin gituan," cetus Foke santai.

Berdasarkan temuan ICW, pasangan Foke-Nara tercatat paling banyak menerima sumbangan tidak jelas atau tidak lengkap identitasnya. Paling banyak terdapat di sumbangan tanpa menyertakan NPWP dengan total sumbangan Rp 27.650.000.000.

Kemudian sumbangan tanpa identitas dan tanpa alamat sebanyak 181 dengan total uang Rp 734.000.000, sumbangan tanpa identitas alamat sebanyak 63 dengan total 305 juta, sumbangan dari badan hukum tanpa menyertakan NPWP ada 1 dengan total Rp 100 juta, dan sumbangan dari badan hukum tanpa menyertakan akte ada 6 dengan total sumbangan Rp 1 miliar.

Pasangan Jokowi-Ahok, ICW menemukan 63 sumbangan tidak jelas. Sumbangan tersebut banyak masuk di individu yang tidak menyertakan NPWP terdapat 53 dengan total Rp 728.500.000, sumbangan tanpa identitas alamat ada 4 dengan total Rp 215 juta, sedangkan penyumbang beralamat sama ada 3 dengan total Rp 390 juta, badan hukum tanpa akte sebanyak 2 dengan total Rp 550.000.000, dan badan hukum tanpa menyertakan NPWP ada 1 dengan total l RP 300 juta.

Pasangan nomor 4, Hidayat-Didik, ditemukan 51 donasi tidak jelas. Sama seperti pasangan lain, paling banyak ditemukan di penyumbang individu tanpa menyertakan NPWP, sebanyak 45 dengan total sumbangan Rp 1.931.000.000. Lalu penyumbang tanpa alamat ada 2 dengan total Rp 100 juta, tanpa identitas alamat ada 1 dengan total Rp 50 juta, badan hukum tanpa menyertakan NPWP ada 1 dengan total sumbangan Rp 500 juta, badan hukum tanpa menyertakan akte ada 1 dengan total Rp 500 juta, serta penyumbang beralamat sama namun nama berbeda ada 1 dan total Rp 100 juta.

Pasangan dari jalur independen Faisal-Biem, hanya tercatat menerima 2 sumbangan dari donatur tanpa identitas dan alamat dengan total Rp 4.849.663

Sementara pasangan Alex-Nono, ICW menemukan 9 donasi tidak jelas, yaitu 6 sumbangan keterangan barang kurang jelas ada 6 dengan total Rp 1.862.900.000 dan Rp 1.500.000.000, serta individu tanpa menyertakan NPWP sebanyak 1 dengan total Rp 20 juta.

Untuk pasangan Hendardji-Riza, ICW tidak menemukan adanya sumbangan yang dinilai tidak jelas.

"Dari temuan ini akan kita laporkan ke Panwaslu. Yang penting adalah buruknya ketidaktransparanan dana kampanye harus dijadikan pelajaran," kata peneliti ICW divisi korupsi politik, Apung Widadi, dalam keterangan persnya di kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (1/7/2012).


Penimbunan BBM gunakan macam cara untuk menimbun bbm.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(ndr/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000