detikcom
Senin, 02/07/2012 10:44 WIB

Pria Berseragam Polisi Afghan Tembak Mati 3 Tentara NATO

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Kabul, - Dengan berseragam Kepolisian Afghanistan, seorang pria menembaki kerumunan tentara NATO di wilayah selatan negara tersebut. Aksi ini menewaskan 3 tentara NATO yang sedang berpatroli.

"Seorang pria yang mengenakan seragam Kepolisian Nasional Afghan menembaki tentara NATO International Security Assistance Force (ISAF) di wilayah selatan Afghanistan, menewaskan 3 personel," demikian pernyataan ISAF seperti dilansir oleh AFP, Senin (2/7/2012).

Namun sayangnya, ISAF tidak menyebutkan lebih lanjut kewarganegaraan 3 tentara yang tewas tersebut. Juru bicara ISAF hanya menyatakan pelaku penembakan telah ditahan pasca beraksi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Pihak ISAF tengah berusaha mengidentifikasi pelaku, apakah pria bersenjata tersebut benar-benar anggota kepolisian Afghan atau bukan.

Insiden seperti ini bukan yang pertama kalinya menimpa tentara NATO di Afghanistan. Aksi penembakan yang disebut penembakan 'green-on-blue', di mana tentara Afghan menyerang tentara-tentara asing yang sebenarnya merupakan koalisi mereka, terbilang cukup sering terjadi. Sekitar 2 minggu sebelumnya, seorang tentara AS di Afghan tewas ditembak oleh 3 pria berseragam kepolisian Afghan.

Tercatat, total 26 tentara NATO di Afghanistan tewas dalam aksi penembakan semacam ini sepanjang tahun 2012. Sebagian besar aksi telah diklaim oleh militan Taliban di negara tersebut. Mereka mengakui ada sejumlah anggotanya yang sengaja menyusup ke dalam militer Afghan dan kemudian melakukan penembakan terhadap tentara asing.

Untuk mengatasi hal ini, pihak ISAF sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya pencegahan dengan meningkatkan pengawasan. ISAF menerjunkan sejumlah personelnya sebagai 'guardian angels' yang bertugas mengawasi para tentara yang sedang tidur. Hal ini untuk mengatisipasi keberadaan penyusup di antara tentara-tentara tersebut.

Saat ini, NATO memiliki total 130 ribu personel di Afghanistan yang bekerja sama dengan 350 ribu personel militer Afghanistan dalam memerangi kelompok militan Taliban. Namun sebagian besar akan ditarik pulang ke negara asal masing-masing pada akhir tahun 2014 mendatang.

(nvc/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel