Senin, 02/07/2012 10:28 WIB
Kombes Adang Ginanjar, Kapolres Murah Senyum yang Anti Cuek
Sehari-hari informasi yang dibutuhkan masyarakat disampaikannya melalui semua alat komunikasi yang dimilikinya. Pertanyaan melalui telepon, SMS, maupun BlackBerry Messenger (BBM) pasti akan diresponsnya. Tujuannya satu: agar informasi yang sampai ke masyarakat adalah informasi yang benar.
Sudah setahun ini polisi yang murah senyum ini menjadi orang nomor satu di jajaran kepolisian di Pekanbaru. Selama setahun itulah informasi mengalir dengan begitu lancar. Tengah malam sekalipun, ayah satu anak ini tetap melayani konfirmasi atas suatu peristiwa.
"Saya akan melayani segala pertanyaan menyangkut kasus hukum yang ditangani pihak Polresta. Lebih baik kita berikan informasi, ketimbang nanti wartawan salah mendapatkan info," kata Adang dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.
Adang mengaku komunikasi dengan jurnalis baik dalam bentuk konfirmasi langsung dan lewat saluran telepon sudah menjadi salah satu rutinitas yang tidak dia hindari. Malah Adang berencana membangun ruangan khusus untuk para jurnalis.
"Dalam ultah Polri ini, insya Allah, saya akan memberikan ruangan khusus untuk wartawan. Ruangan ini akan dijabat kepala urusan Humas yang akan memberikan segala informasi soal peristiwa atau kasus hukum yang kita tangani," kata Adang yang lahir pada 19 Juli 1967 silam itu.
Adang berharap sikap komunikatif yang melekat pada dirinya akan diikuti jajaran yang ada di bawahnya. Sebab penjelasan polisi kepada wartawan akan disampaikan kepada masyarakat.
"Kita mengakui masih banyak jajaran polsek yang tertutup informasi terhadap jurnalis. Padahal setiap kita rapat, berkali-kali saya pesankan yang namnya peristiwa silakan informasikan ke jurnalis. Jangan alergi dengan wartawan," kata mantan Kapolres Jember Polwil Besuki Polda Jatim itu.
Selama menjabat Kapolresta, Akpol lulusan tahun 1989 ini juga kerap terlihat di lapangan. Hampir semua aksi yang dilakukan masyarakat atau mahasiswa, Adang selalu turun ke lapangan. Begitulah gaya suami dari Ny Miranti yang rajin memberikan kerajinan tangan membatik kepada istri para polisi di Pekanbaru ini.
Mantan Kasat Sabhara Polres Sintang Polda Kalbar tahun 1991 ini juga dikenal tegas terhadap anggotanya. Selama menjabat, sudah dua anggota kepolisian yang harus menerima risiko dikeluarkan dari keanggotannya lantaran disersi. Selain itu ada banyak anggota kepolisian yang harus berhadapan dengan sidang kode etik atau persidangan umum.
"Semua proses itu kita serahkan dalam penyelidikan. Bila memang terbukti bersalah, melanggar disiplin, terlibat narkotika, penipuan, pemerasan, semuanya akan diproses. Yang salah tidak perlu dibela," kata penggemar olahraga sepeda itu.
Nah, dalam rangka Ultah Polri ke 66, Polresta Pekanbaru menggelar berbagai kegiatan bakti sosial. Mulai dari memberikan bantuan sembako ke panti jompo, sampai memberikan pelayanan kesehatan gratis khusus panti jompo. Adang yang hobi kuliner sop ikan ini juga menyadari bertambah usianya Polri, merupakan tantangan tersendiri untuk memperbaiki citra kepolisian di tengah masyarakat.
Mantan Kasat Lantas Polres Sambas Polda Kalbar tahun 1996 ini, tidak menampik bahwa citra polisi di masyarakat masih banyak negatif. Karena itu, selaku pimpinan, dia tetap mengajak jajarannya untuk bisa memberikan pelayan terbaik buat masyarakat.
"Di ultah Polri ke 66 ini, saya tidak mengumbar janji muluk. Saya berharap seluruh jajaran Polresta Pekanbaru khususnya, bekerjalah secara profesional, mudah senyum saat melayani masyarakat. Saya kira itu sudah lebih dari cukup," kata Adang.
Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV
(cha/vit)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
283 share this. -
Jeritan Supir Angkot di Terminal Pulogebang, Dikala Harga BBM Naik
214 share this. -
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
200 share this. -
Pintu Masuk Imigran Gelap Ada di Sepanjang Garis Pantai Indonesia
97 share this. -
Ketua FPD MPR: SBY Belum Tentu Setujui 3 Menteri PKS Disuruh Mundur
75 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Tokoh Terbaru
Indeks Tokoh ยป
-
Jumat, 14/06/2013 17:23 WIB
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pertama di Pakistan dan Berjilbab
-
Jumat, 07/06/2013 13:33 WIB
Ahmad Redi, Peraih Doktor Hukum Tercepat dalam Sejarah FHUI
-
Rabu, 05/06/2013 10:06 WIB
Tim Samaras, Pengejar Tornado yang Pergi dalam Dekapan Puting Beliung
-
Senin, 03/06/2013 17:26 WIB
Gresi Tifani, Putri Papua yang Bakal Bawa Pesan Persatuan ke Inggris
-
Kamis, 30/05/2013 20:02 WIB
Christy Zakarias, Mengajar Bahasa Inggris Gratis dan Sabet Diana Award
-
Kamis, 20/06/2013 00:40 WIB
Kabut Asap Bawa Berkah Bagi Sopir Taksi Singapura
-
Kamis, 20/06/2013 00:16 WIB
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
-
Kamis, 20/06/2013 01:37 WIB
Enggan Naikkan Tarif Pasca BBM Naik, Pengusaha Angkot Minta Subsidi
-
Rabu, 19/06/2013 16:42 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Kamis, 20/06/2013 01:16 WIB
Ketua FPD MPR: SBY Belum Tentu Setujui 3 Menteri PKS Disuruh Mundur
-
Rabu, 19/06/2013 13:07 WIB
Ini 5 Penampakan Aksi 'Tikus' di Bandara
-
Kamis, 20/06/2013 00:24 WIB
Jeritan Supir Angkot di Terminal Pulogebang, Dikala Harga BBM Naik
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
-
423 Komentar
-
356 Komentar
-
230 Komentar
-
205 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 21:17 WIB
Canda SBY untuk Para Capres 2014
-
Rabu, 19/06/2013 20:45 WIB
Pak Jokowi, Penjaga Pintu Air Belum Terima Gaji 3 Bulan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)





_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

