detikcom
Minggu, 01/07/2012 07:00 WIB

Kampanye Akbar, Hidayat-Didik Minta Maaf Bila Bikin Macet

Indra Subagja - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - Kampanye akbar pasangan Cagub-Cawagub DKI Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini digelar. GOR Soemantri di Kuningan, Jakarta akan menjadi pilihan. Ribuan massa diperkirakan akan tumplek di lokasi.

Sudah pasti, kampanye akbar ini akan membuat lalu lintas di seputaran Kuningan tersendat. Karenanya tim sukses Hidayat-Didik pun meminta maaf.

"Sebelumnya kami mohon maaf jika besok di sekitar Rasuna Said perjalanan agak terganggu karena kegiatan kampanye Hidayat-Didik," terang tim sukses Hidayat-Didik, Yudi Widiana saat berbincang, Minggu (1/7/2012).

Yudi menjelaskan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

"Dengan mengerahkan sekitar 5 ribu kepanduan untuk memperlancar arus lalu lintas," imbuhnya.

Dia juga mengimbau kepada para simpatisan pasangan nomor empat itu, untuk mematuhi ketertiban lalu lintas.
Kampanye akbar pasangan Cagub-Cawagub DKI Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini digelar. GOR Soemantri di Kuningan, Jakarta akan menjadi pilihan. Ribuan massa diperkirakan akan tumplek di lokasi.
"Kami menghimbau untuk mematuhi ketertiban dan keselamatan dalam berkendara," tuturnya.

Sedang terkait kampanye, Yudi mendengar kabar, bertepatan dengan kampanye akbar pasangan ini, ada edaran untuk melaksanakan kerja bakti di lingkungan warga.

"Kita berharap di tingkat RT dan RW bisa netral dalam Pilkada ini," terangnya.


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(ndr/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close