detikcom
Sabtu, 30/06/2012 23:46 WIB

Chairul Tanjung 2 Kali Tolak Tawaran SBY Jadi Menteri Bidang Ekonomi

Fajar Pratama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Fajar/detikcom
Bandung - Dua kali terpilih menjadi presiden, dua kali pula Susilo Bambang Yudhoyono memilih orang-orang yang diberinya kepercayaan untuk menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Ternyata, dua kali tawaran SBY pernah ditolak oleh pengusaha nasional Chairul Tanjung.

Hal itu diungkapkan langsung oleh SBY saat memberi sambutan pada peluncuran otobiografi Chairul Tanjung Si Anak Singkong, Sabtu (30/6/2012) di Trans Convention Hall, Bandung, Jawa Barat.

"Tahun 2004 saya menawari Bung Chairul agar bergabung sebagai menteri dengan portofolio ekonomi tapi ditolak. Tahun 2009 saya kembali tawari, tapi jawabannya sama," tutur SBY.

Tersinggungkah SBY atas dua kali penolakan Chairul? Tidak. Alih-alih tersinggung, sang kepala negara malah dapat sangat menghormati dan menerima sikap Chairman CT Corp tersebut.

"Akhirnya saya tahu dan saya hormati. Belakangan beliau mengatakan, pak SBY nanti kalau saya masuk di eksekutif, nanti takut ada conflict of interest," ujar SBY.

Dua kali penolakan itu tidak membuat SBY 'patah semangat'. Karena tetap merasa memerlukan gagasan dan masukan dari Chairul, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu menawari posisi ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), sebuah komite mitra pemerintah di luar lingkup eksekutif.

"Ketika akhirnya saya tawari di Komite Ekonomi Nasional, beliau mempertimbangkan dan akhirnya menerimanya. Gagasan Bung Chairul diperlukan untuk membahas persoalan ekonomi nasional maupun global," papar SBY.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjr/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%