detikcom
Sabtu, 30/06/2012 15:13 WIB

Kampanye di Kuningan Bikin Macet, Foke: Saya Minta Maaf

Muhammad Iqbal - detikNews
Jakarta - Ribuan orang secara massif bergerak memadati Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, untuk menghadiri kampanye terbuka Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Tak ayal, kemacetan mengular di Jl HR Rasuna Said menuju Kuningan. Foke meminta maaf atas kemacetan itu.

"Saya minta maaf Jakarta macet karena nomor 1, karena orang percaya cuma nomor 1 yang bisa menyelesaikan macet," tutur Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo dalam orasinya di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jaksel, Sabtu, (29/6/2012).

Menurutnya, soal kemacetan dan beberapa masalah akut Jakarta perlu waktu untuk menyelesaikannya, tidak bisa instan seperti yang
dijanjikan calon lain. "Memang semua perlu waktu. Waktu untuk mengurai kemacetan, untuk menyelesaikan banjir. Jadi minta tolong sabar," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, sama dengan cagub lainnya, Foke pun mengumbar janji soal Jakarta yang lebih baik.

"Kita akan jadikan Jakarta kota yang aman, nyaman dan lebih sejahtera untuk semuanya," ucapnya.

Kampanye Foke-Nara dihadiri oleh ribuan massa pendukung dari partai dan warga Jakarta. Hadir dalam kampanye itu, Anas Urbaningrum, Wiranto, Edhie Baskoro dan Sutiyoso.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mpr/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%