Sabtu, 30/06/2012 14:44 WIB

Usai Mentas di Depan Wapres, Sejumlah Penari Pingsan Akibat Kelelahan

Kusmayadi - detikNews
Pentas parade tari nusantara / Kusmayadi
Jakarta - Pembukaan Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional XIX di Mataram, NTB, Sabtu (30/6) berlangsung meriah. Namun di sela kemeriahan itu, sejumlah penari pengisi acara jatuh pingsan, usai mementaskan parade tari nusantara di hadapan Wakil Presiden Boediono, yang membuka acara.

Para penari yang merupakan siswa sekolah mulai tingkat SD hingga SMA itu bagian dari 500 penari yang memeragakan tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antara lain mementaskan tari Tor Tor dari Sumatera Utara, tari Berburu dari Papua, tari Saman dari Aceh, tari Piring dari Sumatera Barat, Reog Ponorogo, dan tarian lain dari berbagai provinsi di Indonesia.

Diduga para penari itu kelelahan. Mereka juga menari di bawah sengatan terik matahari siang, di hadapan sedikitnya 10 ribu tamu undangan, yang semuanya duduk di bawah tenda-tenda besar yang dilengkapi pendingin udara.

Para siswa itu menari tanpa henti sepanjang 40 menit. Area tempat mereka menari, adalah lapangan beraspal, yang tadinya bekas apron bandara lama, Mataram.

Usai pentas, para penari mulai semaput. Banyak diantara mereka terduduk lemas, dengan nafas kembang kempis. Sebagian besar adalah para perempuan. Enam orang diantaranya harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, tiga kilometer dari lokasi acara, dengan dibopong tandu, akibat tidak sadarkan diri.

Sebagian penari lain malah ada yang tiba-tiba berteriak-teriak histeris, lalu terduduk dan tidur terlentang. Sebagian menyebut mereka kesurupan. Diberi minum tidak mau, dan berteriak kencang saat kaki dan tangan dipegang oleh tim medis.

Ariyanti, salah satu pembina para penari itu pada detikcom di lokasi acara tak menampik jika para penarinya itu kelelahan. Untuk mentas di hadapan Wapres itu, mereka digembleng dengan latihan selama dua bulan penuh. Mereka latihan mulai pagi, bahkan di banyak kesempatan harus berakhir pada pukul 21.00 Wita.

"Tadi malam, mereka baru bisa tidur pukul 02.00 Wita karena harus mematangkan persiapan. Tadi pagi jam 07.00 Wita mereka sudah siap di lokasi. Mereka harus bangun lebih awal, karena mereka harus dirias lebih dulu," kata Ariyanti.

500 siswa yang menari berasal dari sekolah-sekolah di Kabupaten Sumbawa. Sebagian dari mereka adalah anak-anak. Mereka diseleksi dari sekolah masing-masing, dan di gembleng untuk dapat mementaskan tarian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%