Sabtu, 30/06/2012 11:15 WIB

Kenapa Membangun Gedung KPK Saja Sulit?

Dhurandhara - detikNews
Jakarta - Pembangunan gedung baru KPK tak kunjung mendapat persetujuan Komisi III DPR. Padahal, parlemen dikuasai kelompok koalisi pemerintah. Karenanya muncul pertanyaan, mengapa untuk membangun gedung yang membantu kerja pemberantasan korupsi saja sulit.

"Pemerintah kan terdiri dari koalisi, kenapa pengajuan gedung yang kecil ini saja sulit? Pemerintah juga harus fair kepada semua lembaga hukum termasuk KPK untuk diberi wadah yang cukup," kata mantan pengacara Bibit-Chandra, Ahmad Rivai dalam diskusi Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Kemudian, belum lagi ketika masyarakat melakukan saweran untuk pembangunan gedung, banyak politisi yang menentang. Disebutkan bahwa pengumpulan sumbangan itu bisa membuat sistem kenegaraan kacau.

"Masalah sumbangan itu kan hibah, itu tidak masalah karena aturannya yang penting ada lembaga yang ditunjuk oleh Menkeu untuk mengatur dana hibah. Dan KPK nantinya juga harus fair, meningkatkan kinerjanya," terangnya.

Pendapat Rivai itu pun menuai sanggahan dari politisi PPP Ahmad Yani. Vokalis di Komisi III itu menilai, KPK tetap harus mengikuti prosedur yang ada. Dan, juga pemberian tanda bintang bukan berarti Komisi III menolak.

"Saya ingin klarifikasi isu ini, karena tidak sesuai dengan fakta. Tidak semua fraksi menolak, hanya memberi koreksi sedikit. Kami tidak bisa realisasi karena ada tanda bintang. Harusnya ditunggu sesuai prosedur. Proses ke tata negaraan kita kacau kalo begitu," jelasnya.

(ndr/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    89%
    Kontra
    11%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel