detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 19:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 30/06/2012 11:09 WIB

Pasca Putusan MA, Nasabah Bank Century akan Mengadu ke KPK

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bank Mutiara (steven/detikcom)
Jakarta - Tawa bahagia terdengar dari koordinator nasabah korban Bank Century (kini Bank Mutiara), Anton Ziput menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan nasabah Bank Century cabang Surakarta. MA memerintahkan Bank Century membayar ganti rugi 27 nasabah Bank Mutiara Surakarta sebesar Rp 35 miliar beserta denda.

"Kami tidak bisa memberikan apa-apa kepada 3 hakim agung selain mengucapkan terimakasih dan berdoa semoga diberikan kesehatan dan panjang umur. Kami juga ucapkan ucapan yang tulus kepada 3 arbiter di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan 3 hakim di pengadilan negeri dan 3 hakim pengadilan tinggi. Semua satu suara, kedua belas hakim tidak ada yang disenting opinion yaitu Bank Century harus mengganti uang nasabah," ujar Ziput saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (30/6/2012).

Namun suara Ziput langsung terhenti dan berubah menjadi emosi ketika berbicara tentang kepatuhan para pihak yang dijatuhi hukuman oleh MA. Bagi Ziput, putusan MA adalah final dan harus dilaksanakan, tidak perlu dinilai lagi.

"Putusan MA sudah jelas dan tegas, kok ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) menilai putusan rancu. Sebagai orang pintar, seharusnya Perbanas mendukung putusan MA, bukan memberikan pernyataan yang rancu dan menyesatkan masyarakat," ujar Ziput.

Dia juga menyayangkan sikap bank Mutiara yang memilih melakukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) dibanding melaksanakan perintah MA. Padahal PK tidak bisa menunda eksekusi kasasi.

"Apanya lagi yang mau di PK ? Putusan ini melalui proses yang panjang. Sudah melalui proses BPSK, PN Surakarta, Pengadilan Tinggi Semarang, dan kasasi. Semuanya menghukum Bank Century karena melanggar UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen," tegas Ziput.

Dinilai tidak ada niatan baik dari pihak Bank Mutiara maka Ziput dan puluhan nasabah lainnya akan mengadu ke KPK dan BPK pada 5 Juli 2012. Ziput cs akan memberikan salinan MA tersebut sebagai alat bukti bahwa ada yang salah dalam sistem perbankan di Bank Mutiara dan Bank Indonesia (BI).Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%