Sabtu, 30/06/2012 09:40 WIB
Kenaikan Gaji 'Wakil Tuhan', antara Angin Surga dan Realita
Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung mensinyalir kenaikan gaji hakim hanya 7 persen saja. Hal ini membuat para hakim meradang.
"Jika kenaikan gaji 7 persen itu sama dengan kenaikan gaji PNS lain. Padahal kami telah 4 tahun tidak naik gaji, sedangkan PNS lain setiap tahun naik. Tetapi bukankah hakim adalah pejabat negara, bukan PNS?" kata hakim Pengadilan Negeri (PN) Aceh Tamiang, Sunoto, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (30/6/2012).
Beda DPR, beda pula Komisi Yudisial (KY). Sebagai lembaga yang ditunjuk konstitusi untuk menegakkan wibawa 'wakil Tuhan' ini meminta gaji hakim dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Selama ini, gaji hakim 0 tahun hanya berkisar Rp 1,9 juta, plus tunjangan Rp 650 ribu dan remunerasi 70 persen dari gaji pokok.
Meski terlihat besar, tetapi jika dibanding dengan lembaga lain seperti Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, besaran gaji usulan KY cukup wajar.
"Gaji Rp 10 juta itu sudah sangat signifikan. Saat ini gaji hakim sekitar Rp 4,5 juta untuk hakim pemula. Peningkatan insya Allah mulai Januari 2013," kata Imam dalam sebuah secara di Surabaya pekan lalu.
Sikap Mahkamah Agung (MA) sendiri atas nasib anak buahnya masih malu-malu untuk meminta kenaikan gaji. Ketua MA, Hatta Ali bahkan mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada anak buahnya jika ada yang mengambil tindakan mogok sidang sebagai salah satu cara untuk meminta kenaikan gaji.
"Jangan mogok karena yang dirugikan bukan pemerintah, tapi pencari keadilan. Apa boleh buat, kalau mogok akan kita jatuhkan sanksi," kata Hatta di aula Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, akhir Mei 2012 lalu.
Bagaimana tanggapan dari para hakim di berbagai daerah atas isu ketidakjelasan kenaikan gaji ini?
"Semua cuma angin surga. Janji sejak zaman pra sejarah. Sekarang yang penting kerja saja dengan ikhlas," terang seorang hakim yang tidak mau disebut namanya dalam sebuah pesan pendek kepada detikcom.
(asp/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 19:07 WIB
PPATK: Transaksi Tunai Aiptu Labora Rp 500 Juta-Rp 4 Miliar
-
Senin, 20/05/2013 18:59 WIB
PPATK: Aiptu Labora Simpan Rp 500 M di Rekeningnya
-
Senin, 20/05/2013 18:56 WIB
Dua Jaksa Dikeroyok Saat Pantau Bupati Aru
-
Senin, 20/05/2013 18:55 WIB
Wamenkum HAM: Masih Ada Penyimpangan di Lapas, Tapi Ada Tren Perbaikan
-
Senin, 20/05/2013 18:48 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 18:44 WIB
PPATK: Fathanah Alirkan Dana ke 40 Lebih Perempuan
-
Senin, 20/05/2013 18:37 WIB
PPATK Temukan Aliran Dana Fathanah ke Oknum PKS Selain Luthfi
-
Senin, 20/05/2013 18:23 WIB
Rusun Relokasi Belum Jadi, Jokowi: Keruk Terus Waduk Pluit, Bukan Gusur
-
Senin, 20/05/2013 18:46 WIB
Jadi Pasangan Capres? Ini Jawaban Jokowi dan Gita Wirjawan
-
Senin, 20/05/2013 16:38 WIB
Terkait Fathanah, Tri Kurnia Kembalikan Uang Rp 400 Juta ke KPK
-
Senin, 20/05/2013 16:31 WIB
Jokowi: Warga Justru Bantu Bongkar Bangunan Liar di Waduk Pluit
-
Senin, 20/05/2013 18:55 WIB
PPATK: Aiptu Labora Simpan Rp 500 M di Rekeningnya
-
Senin, 20/05/2013 17:22 WIB
Rutan Cipinang Disidak, Ditemukan Uang Jutaan, BlackBerry Hingga Pisau
-
353 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
213 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
201 Komentar
-
196 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 16:00 WIB
PD Siapkan Karpet Merah untuk Jenderal Pramono Edhie yang Pensiun
-
Senin, 20/05/2013 15:57 WIB
Massa Kampanye Ganjar-Heru Saling Lempar, Plt Walkot Semarang Lompat Pagar
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

