Sabtu, 30/06/2012 08:11 WIB

Ruhut: Kebangetan Ada Politisi yang Korupsi Alquran

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyesalkan adanya korupsi proyek pengadaan Alquran yang menyeret anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka. Menurutnya korupsi pengadaan kitab suci itu tak bisa ditolerir.

"Kader partai itu berani sekali, yang dikorupsi enggak tanggung-tanggung Alquran. Ini kebangetan, dimana moral dia?" ujar Ruhut saat dihubungi, Sabtu (30/6/2012).

Anggota Komisi III DPR ini berharap KPK mengusut tuntas skandal korupsi di Kementerian Agama. KPK juga diminta memeriksa pimpinan dan anggota Badan Anggaran DPR yang diduga mengetahui dugaan korupsi lainnya.

"Ini harus diusut tuntas, semua yang terlibat dilibas. Otak-otak di Banggar juga harus diperiksa. Diselidiki juga apa korupsi ini terkait dengan internal partai tersebut," sambungnya.

KPK menetapkan anggota Komisi VIII Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetia sebagai tersangka proyek pengadaan Alquran. Dendy adalah Direktur PT KSAI yang juga anak dari Zulkarnaen, politikus Golkar.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Zulkarnain diduga mengarahkan pejabat di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia serta PT KSAI dalam proyek pengadaan Al-Quran.

"Jadi terbukti pidato Pak SBY di forum pendiri Partai Demokrat, bahwa ada partai lain yang lebih korup," tutup Ruhut.

Menanggapi kasus ini, Ketum Golkar Aburizal Bakrie menyerahkan penanganan perkara kepada KPK. Golkar akan menindak tegas Zulkarnaen bila terbukti bersalah.

(fdn/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel