detikcom
Sabtu, 30/06/2012 02:35 WIB

Tersangka Korupsi Alquran Jarang Sapa Tetangga

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
KPK Geledah Ruang Kerja Zulkarnain Djabar di Gedung DPR
Jakarta - Zulkarnain Djabar, tersangka korupsi proyek pengadaan Alquran di Kementerian Agama, jarang bersosialisasi dengan tetangganya di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Jati Cempaka, Bekasi.

"Dia kan orang sibuk," kata tetangga Zulkarnain yang menolak menyebutkan namanya kepada wartawan, Jumat (29/6/2012) malam.

Zulkarnain tinggal di Jalan Cendrawasih IX, Kelurahan Jati Cempaka, Bekasi. Rumah megah itu tak jauh dari rumah anaknya Dendy Prasetia yang juga ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Menurut tetangga, Zulkarnain memiliki sejumlah rumah. "Ada juga rumah mewah dekat kompleks TNI," sambung tetangga yang rumahnya berhadapan dengan kediaman Zulkarnain.

Kata dia, Zulkarnain memiliki dua anak. Selain Dendy, politikus Partai Golkar itu memiliki putri yang biasa dipanggil Nini.

Anggota Komisi VIII DPR ini ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Anggota Komisi VIII DPR ini diduga menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Zulkarnain diduga mengarahkan pejabat di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia serta PT Karya Sinergy Alam Indonesia (KSAI) dalam proyek pengadaan Al-Quran.

Tim penyidik KPK menggeledah rumah Zulkarnain di Bekasi dan ruang kerjanya di Gedung DPR. KPK menyita komputer termasuk sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan perkara yang tengah disidik.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(edo/fdn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%