detikcom
Jumat, 29/06/2012 22:07 WIB

Akhirnya, Subak Resmi Ditetapkan Jadi Warisan Dunia

Wahyu Daniel - detikNews
Moskow - Akhirnya Subak atau sistem pengairan sawah masyarakat Bali resmi ditetapkan sebagai warisan dunia untuk cultural landscape. Penetapan subak ini dilakukan dalam sidang Badan PBB United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di St Petersburg, Rusia.

Seperti disampaikan Kepala Divisi Penerangan KBRI Moskow, M. Aji Surya, Jumat (29/6/2012) sidang digelar pukul 17.30 waktu setempat, hari ini.

"Landscape ini telah diperjuangkan selama 12 tahun dan telah tertunda beberapa kali pengesahannya. Kali ini tidak nampak yang menentang usulan subak menjadi warisan dunia," jelas Aji.

Aji juga menyampaikan, Wakil menteri pendidikan dan kebudayaan Wiendu Nurhayati yang hadir dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada semua negara yang mendukung.

"Ini adalah momen yang historis," kata Windu seperti ditirukan Aji.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gianyar dan Badung yang hadir dalam perhelatan itu tampak gembira dan bertepuk tangan bersama 1000-an peserta sidang. Hadir juga dalam sidang, Dubes RI Djauhari Oratmangun.

(ndr/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel