Jumat, 29/06/2012 21:15 WIB

KPK Bawa 3 Kardus dari Rumah Tersangka Korupsi Alquran

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Penggeledahan di kediaman Zulkarnaen Djabar, tersangka dugaan korupsi pengadaan Alquran sudah rampung. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi keluar dengan membawa 3 kardus dan 3 tas berwarna hitam dari kediaman politikus Partai Golkar tersebut.

Berdasarkan pantauan detikcom, sejumlah penyidik KPK keluar dari kediaman Zulkarnaen di Jalan Cenderawasih IX, Kelurahan Jati Cempaka, Bekasi sekitar pukul 20.45 WIB

Barang-barang yang disita penyidik langsung dimasukkan ke mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 1747 UFT. Ada dua mobil yang keluar beriringan setelah mobil Avanza.

Saat ini belum tampak keluarga ataupun Zulkarnaen di rumah berlantai 2 tersebut. Hanya terparkir mobil Corolla Altis B 8152 EQ dan 2 Toyota Alphard warna bernomor polisi B 199 RFS dan B 216 RFS.
Rumah Zulkarnaen terlihat mewah dibanding rumah di sekitarnya. Pintu rumah tertutup, hanya terlihat 2 penjaga rumah.
Zulkarnaen ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Anggota Komisi VIII DPR ini diduga menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.


(fdn/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    66%
    Kontra
    34%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel